Ketika Hujan Rasanya Asam

Hujan turun lagi. Ini sudah keempat kalinya dalam hari ini. Tidak begitu deras, jadi kami semua tidak mempermasalahkannya.

“Vel, keluar, yuk!” ajak sahabatku, Zuzu. Aku mau-mau aja.  Toh, pertama, kelas kami dalam keadaan ‘tanpa guru’ dan kedua, jam sudah menunjukkan bahwa kegiatan belajar di sekolah ini akan segera berakhir. Daripada … Lanjutkan membaca…

Lelaki Terakhir

Malam itu, Papa menamparmu begitu keras, sampai-sampai kau terhuyung jatuh.

“Bikin malu keluarga! Kau, anak yang Papa banggakan, lelaki yang seharusnya menjadi contoh adik-adikmu, malah mencoreng muka keluarga dengan kotoran!”

Kau hanya diam saja mendengar makian Papa. Lalu suara tangis kekasihmu mengalihkan amarah Papa.

Lanjutkan membaca…

Ingatan (4)

oleh Ryan Pradana @Ry4nn_

Galang dan Dr. Rahmawati saling berpandangan lalu keduanya tertawa bersama. Aku semakin bingung melihat kedua manusia di hadapanku itu. Plus, ingatanku masih samar. Apa yang terjadi sebenarnya? Di mana aku?

“Kaliurang adalah sebuah desa yang tak akan bisa kau temukan dalam peta, karena desa … Lanjutkan membaca…

Mulai!

oleh Sharfina Anisa @sharfinanisa

Aku berdiri diam. Menunduk. Aku tidak percaya hari ini tiba. Semuanya begitu cepat. Menjadi terasa sepi.

“Hei, sedang apa kau?”

Aku hanya terdiam ketika dipanggil. Apa lagi yang bisa kuperbuat? Dari awal, memang salahku. Aku harus menanggung semuanya.

Ketika dia memanggil lagi, aku masuk … Lanjutkan membaca…

Pulang

by Mandewi @mandewi

Di tangan saya sedang ada sebuah novel berjudul Bukan Pasarmalam karya Pramoedya Ananta Toer. Novel ini bercerita tentang seorang anak laki-laki yang lama merantau lalu diminta pulang karena sang ayah sedang sakit keras. Mungkin sebentar lagi mati.

Saya membacanya pelan-pelan. Seperti ingin menresapi setiap kalimat … Lanjutkan membaca…