Sunday, June 5th, 2011

now browsing by day

 

Hadiah Ulang Tahun dari Tuhan

by Daniel Prasatyo @daprast

Hari ini ulang tahunku yang kedua puluh dua.

Aku melipat sajadahku, seusai aku mengucap syukur padaNya. Ya, dalam hidupku yang nista ini, Tuhanlah satu-satunya yang aku punya.

Aku mulai merias diriku. Biarlah orang-orang menyebut aku sebagai ‘banci salon’. Ya, aku banci, aku waria, dan aku memang bekerja di salon. Paling tidak, pekerjaanku halal. Menjual jasa menjadikan penampilan para wanita lebih menarik dari sebelumnya. Meski napsu liarku tak pernah bisa kukendalikan.

Ah, hampir saja aku lupa. Aku harus mampir ke klinik dulu sebelum masuk kerja. Aku bergegas, tak ingin terlambat.

Hasil sudah di tangan. Terima kasih, Tuhan. Ini hadiah terindah dalam hidupku. Aku akan menjalani hidup lebih baik.

Ya, aku positif HIV.

Di Ruang Psikiater

By Bunga S. Putri @bunga_sp

“Selamat siang, pak Toro. Bagaimana hari anda?”

“Tidak begitu baik, dok. Istri ketiga saya menuntut ini itu. Anak dari istri pertama dan kedua setiap hari berkelahi di rumah. Pusing saya. Hari ini para istri memperdebatkan warisan ayah saya yang akan cair seminggu lagi.”

“Jadi, bapak perlu penenang lagi?”

“Sepertinya begitu. Setiap hari saya susah tidur. Dibayang-bayangi harta ayah saya yang begitu banyak dan wajah ketiga istri saya. Serta kedua anak saya yang begitu nakal.”

“Baiklah. Saya buatkan resep lagi ya pak. Obat penenang berikut obat tidur. Mudah-mudahan bapak bisa tidur nyenyak malam ini.”

“Pak psikiater Budi dan bapak Toro yang jutawan tampan, sudah yuk mainnya, jam mainnya sudah habis, mari saya antar kembali ke kamar masing-masing.”

“Aaaah, suster!”

Gara-gara Bapak!

by Vira Cla @veecla

Toro, 40 tahun, suami dari dua istri. Mencari perempuan belia, siap dijadikan istri muda. Kebutuhan lahir batin selalu dipenuhi.

Tawa sekumpulan remaja di sebuah kantin sekolah membahana, membuat dua remaja perempuan yang sedang menyantap makanannya tertunduk malu.

“Eh, Rosa, Rosi, itu Bapakmu, kan?! Edan! Sudah punya dua, eh, nambah lagi?!” ledek anak lelaki yang lantang membaca isi iklan biro jodoh dalam koran yang sengaja ia bawa dari rumahnya.

“Diam, Eja! Aku tahu siapa bapakmu! Tak usah melawak tentang Bapakku!” Rosa melawan.

“Hooo… Bapak suka poligami aja dibela!” ledekan buat Rosa dan Rosi bertambah.

“Eh, Eja, Bapakmu memang punya istri satu, tapi Bapakmu jajan perempuannya di mana-mana!”

Dengan demikian, heninglah suasana kantin sekolah.

Anakku Bukan Anakmu

by Vira Cla @veecla

“Ryan, aku tidak mencintaimu lagi,” kata Sandra.

It’s okay! Aku siap jadi single-father bagi Alya,” balas Ryan tanpa menoleh pada Sandra. “Kamu tak perlu jemput Alya, tak perlu ketemu anakku lagi!” lanjut Ryan.

“Alya juga anakku, Ryan!” protes Sandra. Mukanya memerah. Matanya berkaca-kaca.

“Tidak lagi! Meninggalkanku berarti kamu juga meninggalkan Alya. Kupikir cekcok kita selama ini hanya hal biasa. Ternyata…”

Sandra terisak. Ia tahu ia salah. Pertemuan tanpa sengaja di sekolah Alya setelah berhari-hari perang dingin di rumah telah membuat mereka bicara banyak . Sandra mengakui perselingkuhannya. Janin dalam rahimnya tak akan mempunyai ayah yang sama dengan Alya, anak tiri yang ia rawat sejak bayi, sejak kepergian istri pertama Ryan ke surga.

Canting

by Ade Yusuf @sibangor

Kain putih yang membentang di gawangan kayu itu kini sudah bermotif bagus sekali. Di bawahnya ada canting berisi malam merah, tergeletak di atas wajan panas.

Ayahku murka sambil merusak kain yang belum selesai kulukis.

“Kau telah mencoreng mukaku dengan menjadi lelaki pembatik,” teriak ayah mengayunkan tongkat rotannya, namun ibu menghalangi tubuhku. Aku kabur.

Dalam pelarianku selama dua puluh tahun, aku berhasil melampiaskan dendam dengan menjadi pembatik terkenal. Tapi tak pernah sebersit pun berniat untuk pulang walau hari ini adalah 40 hari wafatnya.

Bagiku ayah sudah lama mati. Sejak ia mencoba menghancurkan mimpiku dan memisahkanku dengan ibu.

Kupandangi motif itu lekat. Bukan motif biasa. Menyerupai simbol yang berisi pesan, “Maafkan ayah. Kutitipkan ibu padamu.”

Sekilas tentang Ayahku

by Kellin Fermosa @phobiaamatikus

Perkenalkan, namaku Revinna. Aku merupakan anak perempuan semata wayang dari seorang ayah yang dulunya lelaki. Ia memutuskan untuk menjalani pengubahan alat kelamin, mengganti alat kelamin pria yang ia miliki. Operasi berjalan lancar dan sukses, biaya tak menjadi hambatan yang berarti, berhubung ia merupakan seorang pemborong besar terpandang yang sungguh bergelimang harta dan uang. Operasi itu dilakukan oleh seorang dokter ahli bedah kelamin di suatu rumah sakit terkemuka di Berlin, Jerman. Ayah mengganti alat kelaminnya menjadi alat kelamin wanita, lantaran ia merasa memiliki jiwa keibuan yang luar biasa. Namun ia sedikit menyesal, lantaran operasi tak dapat membuatnya memiliki rahim bak wanita sungguhan.

**

Kemarin ia genap berusia 22 tahun dan mengubah namanya menjadi Cindy.

Tidak Ada yang Sempurna

by Damay Dante @nongdamay

Mira istriku seorang wanita yang cantik dengan karir yang luar biasa. Kedua anakku selalu membuat aku bangga dengan prestasi akademisnya. Aku pun memiliki posisi terbaik di sepanjang karir ini. Di lihat dari luar kami merupakan keluarga yang sempurna.

“Mas Toro, saya sudah siapkan air panas untuk mas mandi. Saya siapkan makan malam dulu ya mas, jadi nanti selesai mandi bisa langsung makan” seru wanita dihadapanku.

Kelelahan melewati kemacetan lalu lintas Jakarta terbayar dengan kalimat manis tadi. Tapi itu bukan Mira, itu Nina istri mudaku. Nina hanya lulusan SMA, dia bersedia menjadi istri mudaku. Mira memang sempurna tapi dia terlalu sibuk untuk bisa melayani aku. Dengan Nina aku merasa dihargai sebagai suami.

Janji Ayah

by Damay Dante @nongdamay

“Bapak Ryan, Syifa menurun nilainya sepertinya dia kurang konsentrasi” ujar guru kelasnya. Hari ini aku menyelesaikan permasalahan Syifa, kemaren aku dipanggil guru Dino karena dia bertengkar dengan temannya.

Aku sadar ini salahku, sejak perceraian dan aku menjadi single father. Aku belum bisa sepenuhnya menjadi ayah dan ibu untuk mereka. Aku terlalu sibuk mengumpulkan materi untuk mereka. Anak-anakku menjadi murung, emosional dan tidak fokus.

Hari ini perayaan ulang tahunku yang ke 35, tak ada pesta meriah. Di sebuah restoran, aku dengan syifa dan Dino membuat perayaan kecil. Sebuah cup cake, lilin kecil dan tawa mereka berdua menjadi ulang tahun terindahku.

“Dua Malaikatku, ayah janji akan mengembalikan dunia kalian lagi” gumamku dalam hati.

Lunas

by Damay Dante @nongdamay

“Tolong kamu tulis nama, umur, nomor mahasiswa kamu ya di kertas ini” perintah petugas keuangan.

Chandra Kusuma, 22 tahun, 2007-03-98. Aku serahan kertas itu dan digantikan dengan kartu ujian. Aku  belum bisa melunasi uang semesteran.

***

Aku rapikan bulu mata, blush on dan lipstick merah andalanku. “malam ini aku harus dapat uang banyak” gumaku.

“Cindy, ada yang kelas kakap tuh..cuss cin ditangkap” seru Mince temanku. Cindy?iya itu namaku di malam hari.

Om itu merangkulku, aku melayani dan memberi kepuasan untuknya. Sejumlah rupiah dan senyum puas aku terima di pagi hari.

***

“Chandra, biaya kuliah kamu sudah lunas sampai semester depan” kata petugas keuangan.

“Ternyata pak dosen semalam mengenali kalau aku mahasiswanya”

Pilihanku

by Irfan Arifuddin @irfan_cs2

Dibandingkan dengan yang lain, aku memang termasuk yang paling muda. Umurku baru 22 tahun dua bulan yang lalu. Nama asliku Beni, tapi kini orang-orang memanggilku Cindy. Entahlah kenapa aku bisa seperti ini. Tak pernah terbersit sedikit pun dalam benak akan menjadi seorang waria. Tentu saja di jaman seperti sekarang ini, menjadi waria adalah pilihan. Mengingat tak banyak keahlian yang kupunya. Di samping itu mencari pekerjaan memang susah. Dalam menjalani profesi ini, aku harus mangkal setidaknya empat kali dalam seminggu. Terkadang merasa lelah untuk berkomunikasi saja harus dibuat-buat sedemikian rupa.

“Hei, Jeng Cindy! Kok yey ngelamun sih? Entar kesambet setan deh! Sana Gih, yey capcus piur ke tempat mangkal!” sahut Mona mengagetkanku.