Sunday, June 12th, 2011

now browsing by day

 

Pemangsa Buas

by Ben Nazwar @benjalang

“Dasar bodoh, ini karena kerjaanmu cuma tidur . Lihat, apa yang bisa
kita makan sekarang!!”

*****

Siang ini panas begitu terik, ditambah lagi perutku yang keroncongan,
karena dari semalam belum makan. Namun belum satupun mangsa yang
berhasil kudapat, “Mungkin mereka sembunyi, karena takut menjadi
korban seperti teman-temannya yang aku mangsa akhir-akhir ini,”
celetukku sembari menyusuri sawah yang becek.

Tiba-tiba mataku mengarah pada sesuatu, “Nah itu dia!”, terlihat
mangsa buruanku sedang terlelap dengan pulasnya di bawah sebuah batang
pohon besar. “Bisa makan besar, nih…” Hatiku girang melihat mangsa
gemuk itu. Tak perlu menunggu lama, segera kuterkam tubuh gemuk itu.

*****

“Anak pintar, hari ini kerjaanmu bagus,” Bapak begitu senang melihat
ular gemuk tangkapanku.

Ujung Panah Berdarah

by Momo DM @mazmocool

Hasratku tak terbendung lagi saat kurasakan dengus napas sesosok tubuh menelusuri kakiku. Aku menggelinjang manja. Dengus napas semakin terasa memburu memacu kerja jantungku. Peluhku jatuh tak tertahankan. Aku mendesis bersamaan dengan desisannya.

Tubuh itu terus merayu setiap titik tubuhku. Dalam terpejam aku mendesis lirih, saat dengus napas semakin membabi buta. Seperti hendak memangsaku. Aku tak berkutik dalam setiap cumbuannya. Sampai akhirnya aku merasa lelah.

Kubuka mataku saat kicau burung menari di pucuk padi. Kulihat bercak merah mengalir dari sela pahaku. Aku mendesis dan akhirnya menangis. Keperawananku telah hilang semalam.

Dari sudut mataku, aku melihat sesosok yang tertidur di sampingku. Pangeran tampanku telah berubah menjadi ular sawah, mati dan berdarah terkena panah.

Gambar Diza

by Damay Dante @nongdamay
Pa, kayaknya kamu mesti cari kerja tambahan. Pengeluaran kita semakin banyak.”
“Aku sudah kerja dan malamnya mengajar.”
“Tapi masih kurang.”
“Kamu ini, Ma. Memang aku ini sapi perah?!”

Diza mendengar percakapan itu dari dalam kamarnya.

***

“Anak-anak, sekarang saatnya menggambar. Kalian menggambar jenis-jenis hewan, ya. Ayo, mulai dari sekarang.” Ibu guru menginstruksikan kepada anak-anak.
Semua sibuk menggambar sampai suara ibu guru memperingatkan bahwa waktu sudah habis dan seluruh gambar dikumpulkan.
“Diza, coba ke depan. Ada yang ingin Ibu tanyakan.”
Diza menuju ke depan, “Kamu mau gambar apa?”
“Sapi perah, Bu.”
Ibu guru bingung dengan jawaban Diza. Gambar di hadapannya adalah sebuah gambar sesosok pria berdasi yang dasinya ditarik oleh seorang wanita.

Neng Takut, Akang…

by Damay Dante @nongdamay

Liburan ini aku ikut Bakti Sosial. Desa tempat BakSos ini nyaman dan… “Eeee, ada cewek manis lewat depanku, membuat hasrat playboy-ku keluar dan ingin mendapatkan si gadis cantik itu,” gumamku.

Aku berhasil mendekati gadis cantik itu, yang ternyata bernama Elis. Hari kedua di desanya, aku berhasilmengajaknya jalan-jalan. Di tengah sawah, aku melihat ada sebuah tempat yang asyik untuk berduaan.

Semilir angin membangun suasana romantis. Kami mendekat, bibirku dan bibir Elis tinggal 2 cm.

“Uwaaaaaaaaaaaaaaaaa!!” teriakan dari mulut Elis membuatku ikut terkejut.

“Ada apa, Neng?”

“Elis takut, Akang.”

“Takut sama apa?”

“Ada ular sawah,” mendengar jawaban Elis, aku ikut melompat dan panik.

“Mana? Mana?”

Dengan muka ketakutan Elis menunjuk resleting celanaku yang terbuka.

Maut Yang Memisahkan Kita

by Damay Dante @nongdamay

Bila memang kita tidak bisa terus bersama di dunia ini, kita pasti akan bertemu di akhirat. Aku dan dia berpelukkan tepat sebelum terdengar suara langkah kaki yang semakin mendekat. Tak lama sebuah tangan mengambil diriku dan memisahkan kami.

***
Hari ini kita tidak belajar di kelas, Bu Suci meminta kami semua menuju ke Lab Biologi.
“Anak-anak, hari ini kita akan praktek. Semua alat sudah ada di meja kalian. Untuk bahan percobaannya, Ibu sudah siapkan juga, ada di dalam ruang penyimpanan. Ambil masing-masing, ya…” panjang lebar ibu guru menjelaskan.
Semua berlarian mengambil yang akan menjadi bahan eksperimen dan segera kembali ke meja masing-masing.
“Oke anak-anak, sekarang kita akan mempelajari organ dalam tubuh tikus.”

Pelanggan Ke-111

by Momo Dm @mazmocool

“Mami, ini setoranku. O ya Mam, semalam itu beda lho,” kata Widya.

“Beda bagaimana?” tanya Lydia penasaran.

“Semalam Om itu cuma kuat sekali. Setelah itu mengajak ngobrol sampai pagi,” jawab Widya.

“Ngobrol apa sih? Sampai semalaman,” ledek Lydia.

“Banyak Mam. Tentang istrinya yang meninggalkannya 24 tahun yang lalu, saat anaknya masih bayi,” jawab Widya ringan.

“Sama dengan umurmu saat itu,” kata Lydia dalam hati.

“O ya Mam, selain memberi uang, Om itu juga memberi foto. Biar aku tetap ingat dia, katanya. Ini fotonya,” kata Widya menyodorkan foto.

Widya masuk kamar, sementara Lydia tertegun memandangi foto itu. Foto mantan suaminya.

“Itu artinya Winarno telah bersetubuh dengan darah dagingnya sendiri,” pikir Lydia.

Lydia shock.

Ruang Laboratorium Berdarah

by Momo DM @mazmocool

Binatang pengerat itu berhasil dilumpuhkan. Peralatan bedah telah menunggunya di laboratoriumku. Tim peneliti siap dengan tugas yang harus dilaksanakan, di tengah perlengkapan laboratorium yang berantakan.

Tubuh berbulu putih itu terkapar tak berdaya. Kulit perutnya telah terbuka setengah. Sesaat kemudian perutnya terbuka lebar. Lambung yang tak biasa berhasil diangkat.

Sayatan pisau bedah berhasil menembusnya bersamaan darah yang mengalir. Dengan hati-hati, tim peneliti berusaha membedah lambung binatang berkaki empat itu. Setelah terbuka, tim peneliti mengeluarkan tubuhku yang tergolek lemah di dalam lambung bercampur dengan bau busuk makanan.

Tim peneliti segera membawa tubuhku yang lemah dan berdarah-darah ke rumah sakit. Meninggalkan tikus putih raksasa hasil percobaanku yang gagal. Tergeletak tak bernyawa di meja operasi.

Ini Yang Kumau

by Momo DM @mazmocool

“Nah, teman-teman, sekian dari saya. Terima kasih,” kata Ratna menutup presentasinya.

Tepuk tangan bergemuruh memenuhi ruangan kelas. Seisi kelas tampak puas dengan presentasi Ratna. Tak terkecuali Pak Susanto, dosen Undang-Undang Perkawinan.

Tanya jawab pun dilewati Ratna dengan lancar dan sukses. Tak ada pertanyaan tentang perkawinan yang tak bisa ia jawab.

Ratna tersenyum dan kembali ke tempat duduknya. Tono, kekasihnya, yang duduk di sampingnya memberikan ucapan selamat. Bel berbunyi dan kelas pun bubar.

“Tunggu, Ratna,” kata Pak Susanto.

Tono berlalu dan meninggalkan Ratna berdua dengan Pak Susanto.

“Surat permintaan ceraimu sudah aku tanda tangani. Besok aku antar ke rumah,” kata Pak Susanto.

“Terima kasih, Pak,” jawab Ratna sambil mencium tangan pak Susanto.

CinLok

by Ben Nazwar @benjalang

Sudah lebih dari seminggu aku berada di bagian ini. Aku merasa
kesepian, meski di sini ramai dan banyak orang, tapi mereka acuh tak
acuh kepadaku. “Aku rindu kalian sahabat-sahabat kecilku.”

*****

“Aku Mimi,” ia menyebutkan namanya. Sekarang aku tidak akan kesepian
lagi, ada teman yang berada di dekatku. Mimi sangatlah periang dan
manis, ia selalu bisa membuatku tertawa. Ada-ada saja tingkahnya yang
mampu membuatku lupa dengan kondisi kami yang serba tidak jelas.

*****

“Jangan, tolong lepaskan dia, aku mohon!!”

Percuma aku berteriak. Petugas itu telah menyayat tubuh kekasihku.

“Semoga dalam kehidupan mendatang, kita tidak jadi tikus percobaan, ya
Mimi,” kubisikkan sebuah doa. Kini aku sendiri lagi, menunggu
giliran di laboratorium ini.

Satu Syarat

By Bunga S. Putri @bunga_sp

“Mulai sekarang kamu sudah tidak bekerja lagi dengan saya, Adam! Pergi!” Suara ibu menggelegar.

***

dua hari sebelumnya

Adam, pemuda tampan dari kampung. Keponakan bi Inah yang bekerja sebagai tukang kebun di kediaman kami. Adam seorang yang rajin. Selain tukang kebun ia juga mengerjakan pekerjaan lain seperti mencuci mobil.

“Den, mobil baru yah.” Tanya Adam pada kakak laki-lakiku, Juno. Sambil terus mengelap mobil ia bersuara;

“Kapan yah Adam bisa keliling Jakarta pake mobil ini.”

“Tentu bisa donk, Dam!” Celetuk Juno.

“Serius, den?” Adam begitu antusias.

“Tapi ada syaratnya!” Juno mendekat berbisik sesuatu.

“O.. Oke!”

***

“JUNOOOO!!!” Ibu berteriak sekencang mungkin. Tanpa sengaja ibu masuk ke kamar Juno, tanpa busana ia tengah berciuman begitu mesra, dengan Adam.