Om Baik Hati

By Novita Poerwanto @LVCBV

Demi putri semata wayangnya, Lydia berhenti peduli pada omongan orang. Asal Arimbi bisa sekolah, tak kurang makan, dan tidak berakhir seperti dirinya. Itu saja. Kesendirian juga sudah berhenti mengusik, pun menelisiknya. Asal Arimbi tetap berceloteh riang sepagian sebelum berangkat ke sekolah, lalu semalaman sebelum mereka kembali terlelap sembari berangkulan.

Demi putri semata wayangnya, sore ini Lydia setuju dipertemukan dengan om Baik Hati. Demikian Arimbi memanggilnya. Om yang rajin membawakan Arimbi penganan kecil dan sari buah tiap pulang sekolah. Lelaki itu berkumis lebat, bersenyum karamel, berjaket tebal. Familiar. Pelanggan tetap, seorang sado-masokis yang kerap memukuli dan minta dipukuli oleh PSK binaannya di Wisma Rindu. Wisma yang selama ini menghidupi dirinya dan putrinya.