Desember

By Lia Sirait @echieLIA

Ester pulang, ia naik mobil pick-up. Beberapa anak laki-laki diminta membantu menurunkan cemara-cemara mungil.

Anak-anak panti tidak pernah keberatan dimintai tolong olehnya, terlebih aku karena aku suka padanya. Sayangnya aku belum berani mengungkapkannya.

“Aku tadi minta izin Ibu Kepala untuk menanam pohon cemara di halaman belakang. Aku beli dengan uang tabunganku sendiri. Desember nanti pohon-pohon mungil ini tentu sudah membesar dan pasti banyak yang mencari Cemara untuk dijadikan pohon Natal. Kita bisa jual dan hasilnya kita pakai untuk merayakan Natal bersama. Karena itu mari kita rawat baik-baik.” Ester menjelaskan maksudnya

Batinku, “Baiklah, aku menunggu Desember dan memelihara rasa ini. Semoga pada saat yang tepat aku berani mengungkapkan perasaanku di antara Cemara.”