I.D.E.

By Ali @maulaali

“Jadi idenya…”  Obrolan serius di sebuah ruang keluarga dengan karpet krem membentang, di sana masih terlihat kehangatan, walau sejak lama tuannya menikah lagi.

“…Lalu, bagaimana menurutmu?”

Terdiam dengan kertas dan pensil. Lalu tangannya seperti mata, menangkap sesuatu. Suara tenor menyusul suara gesekan pensil.

“Menurutku, sudah cukup. Masalah hidupnya cukup banyak. Sekarang, dengan atasan, dan rekan-rekan kerjanya.”

“Apa kita selesaikan hari ini juga?”

“Menurutmu?” Dia tersenyum, memicingkan matanya yang licik.

**

Garry yang sedang asyik memainkan gelas anggur terhenti, sebuah sketsa yang mirip foto di meja mengalihkan perhatiannya. Tiba-tiba pula gelas di tangannya pecah, warna merah menghujani karpet, lalu di susul tubuhnya mencium karpet kesayangan itu.

Lembar bergambar perlahan berubah sehelai bulu hitam.

3 Comments  to  I.D.E.

  1. @majidnor says:

    benar
    aku liat di fm keren2
    tingkatkan lagi bos!

  2. ali says:

    Terima kasih, masih belajar hehehe

  3. ade says:

    Ali.. gak fm gak cerpen selalu dark.. gua suka ..kereen!