Sang Penjaga

By Indah Lestari @indaah_lestari

“Dasar anjing! Perempuan tidak berguna! Kamu bisa apa sih selain menangis? Perempuan sialan!”

Plak!

Suara merintih dan isak tangis yang tertahan samar-samar kudengar dari dalam rumah. Ah, wanita muda itu kembali disakiti tanpa ada yang menolongnya. Dia terlalu baik untuk disamakan denganku. Aku ingin sekali menolongnya dari laki-laki jahat itu, tapi apa yang dapat kulakukan? Aku tidak dapat melakukan apa-apa selain ikut merintih dan terkadang menangis.

Semenjak dia kecil aku selalu bersamanya. Aku melindungi dan selalu menemaninya. Aku ingin terus melakukan itu, tapi sekarang aku tak mampu. Laki-laki itu memberikan jarak untuk kami bisa dekat. Aku ditaruhnya di luar. Dirantai di depan garasi rumah. Tugasku bukan lagi menjaganya tetapi menjaga rumah.