Angin Bawa Aku

by Benyamin Siburian @benyO_O

“Lihat! Indahnya bunga itu!” seru gadis itu tersenyum. Ia memandangiku sebentar, dan kemudian berlalu dengan muka riang. Aku, tersenyum. Aku hanya biji kecil, terangkai dalam indah sebuah bunga. Tumbuh dalam liar tepi jalan sepi, namun disenangi.

“Ibu?”

“Ada apa, Sayang?”

“Dapatkah aku menjadi sepertimu? Menghasilkan bunga yang indah?”

“Tentu, Nak. Angin kan menuntun dirimu, Nak.”

“Angin kan menuntun dirimu,” aku berkata pelan.

Langit mulai mengabu.

“Ibu, angin datang!” Aku memekik menarik erat ibu.

“Pergilah anakku, waktu kita telah habis,” kata ibu menenangkan.

Aku bimbang. Tuan angina, akankah kau tuntun aku? Peganganku melemah, aku terbang, dengan tuan angin.”

“Selamat jalan anakku!” seru ibu.

“Selamat tinggal ibuku, dan tuntun aku angin, Sang Dandelion.”