Sunday, September 18th, 2011
now browsing by day
Posted by: jejakubikel | on September 18, 2011
Suatu Malam
By Petronella Putri @PetronellaLau
Malam meninggi, langit kelamnya sesekali mengirim sambaran petir yang mengagetkan. Di sebuah kamar kost, tampak dua orang sedang asik dengan dunia mereka.
“Apa aku terlihat cantik dengan lingerie ini?” Terdengar sebuah suara. Pemilik suara itu memutar tubuhnya menghadap cermin besar yang terpampang di lemari.
“Cantik sekali, Sayang. Kamu tampak menawan dengan lingerie. Ternyata aku tidak salah pilih.” Seorang pria tampan yang duduk bersandar di ranjang menjawab.
Tubuh ber-lingerie hitam itu lalu melangkah perlahan, menuju ranjang tempat kekasihnya menunggu dengan wajah menggoda. Wajah mereka mendekat, sepasang bibir bertemu. Saling merayu, menyatu.
“Lain kali kamu harus cukuran lebih bersih, Sayang.” Sang pria berbisik, sambil meraba tubuh kekar ber-lingerie di depannya.
Posted in 04 September Stories, 311 Lingerie, B 111 Kata September | No Comments »
Tags: Petronella Putri
Posted by: jejakubikel | on September 18, 2011
Palsu
By Bunga S. Putri @bunga_sp
“Cantik!” gumamku di depan cermin.
Hari ini akan jadi hari yang sempurna. Genap dua tahun kami berpacaran, baru tahun ini Pras mengajakku makan malam untuk merayakannya.
Gaunku sempurna! Aku berputar-putar sambil bercermin. Senyum tak henti menghiasi wajahku.
***
“Selamat hari jadi, Rianti sayang,” bisiknya sambil memelukku. “Ini untukmu. Bukalah sesampaimu di rumah.”
***
Malam yang sangat indah.
Aku bergegas membuka kotak hadiah itu.
Sayang, aku ingin kau mengenakannya di malam pertama kita nanti. Love u..
Lingerie berwarna ungu dan sebuah cincin. Aku tidak percaya Pras ingin menikahiku. Ada perasaan bergejolak di dadaku. Aku sangat mencintainya, begitupun Pras. Tapi, aku yakin ia tidak akan menerimaku apa adanya.
Aku terduduk lemas. Kulirik KTP bernama ‘Rianto’.
Posted in 04 September Stories, 311 Lingerie, B 111 Kata September | No Comments »
Tags: Bunga S. Putri
Posted by: jejakubikel | on September 18, 2011
Victoria Park
By Ade Yusuf @sibangor
Hari Minggu di sekitar distrik Causeway Bay sangat padat. Maklum, daerah ini adalah salah satu pusat belanja paling beken di Hong Kong. Rusmi berlari tergesa menembus kerumunan manusia yang lalu-lalang menenteng tas belanja.
Di perempatan Yee Woo Street, ia terobos lampu merah. Hampir saja ditabrak trem. Kemudian belok kanan dan berlari sepanjang jalan Great George. Napasnya makin tersengal, ulu hatinya makin tertusuk. Tapi ia harus sampai di sana.
Tiba di Jalan Glucester ia terhenyak. Tampak lautan manusia menyesaki taman besar itu. Riuh rendah suara berbahasa Indonesia membahana. Mereka larut dalam suasana konser dangdut yang diadakan konjen. Rusmi berjalan gontai ke tengah taman sambil bergumam,
“Percuma kukabarkan, Pulau Jawa barusan tenggelam.”
Posted in 04 September Stories, 316 Konser, B 111 Kata September | 9 Comments »
Tags: Ade Yusuf
Posted by: jejakubikel | on September 18, 2011
Cundang
By Riezky Oktorawaty @riezkylibra80
“Eh, udah tau gosip terbaru?”
“Apaan?”
Lima perempuan dalam satu percakapan, bergosip. Aku ikut-ikutan mendekati sumber suara. Semakin dekat, sang sumber suara semakin lancar berkata-kata. Tanpa malu menceritakan aib orang lain yang juga seorang perempuan. Ibu Mardha, Dosen Matematika berumur empat puluhan yang masih melajang.
“Ternyata baju burqa yang dia pakai itu hanya untuk menutupi perut buncitnya lho.”
“Hamil maksud lo?!”
“Kalian pinter.”
Aku hanya diam, mengatasnamakan persahabatan.
***
“Lho Mama kok kenal Ibu Mardha?”
“Mardha kan teman kuliah Mama.”
Burqa yang beliau pakai ternyata pertobatan menutup mulut dan telinganya menghindari hasutan. Mama adalah korban hasutan beliau.
Aku, memilih tak berteman dengan mereka. Mengerudungi hatiku.
Posted in 04 September Stories, 315 Selendang/Kerudung, B 111 Kata September | No Comments »
Tags: Riezky Oktorawaty
Posted by: jejakubikel | on September 18, 2011
Injury Time
By Momo DM @momo_DM
Usianya sudah matang, 30 tahun. Dan, sebentar lagi dia akan menikah. Dia tidak sabar menunggu saat itu tiba. Begitu pula ibunya, orang tua satu-satunya, sejak ayahnya meninggalkan mereka sewaktu dia baru lahir. Saat itu ibunya masih sangat muda. Kebahagiaan ibunya adalah segalanya.
Suatu pagi, di rumah itu sudah mulai sibuk persiapan pernikahan. Semua tamu sudah berkumpul. Kedua mempelai pun juga sudah siap. Dia duduk di samping ibunya, berusaha menenangkan diri. Acara yang khidmat itu pun akhirnya selesai. Dia dan ibunya saling pandang. Ibunya tersenyum bahagia.
“Kamu sabar ya, Nak. Ibu cuma tidak ingin, besok di hari bahagiamu, Ibu sendirian mendampingimu.”
Dia menyeka air mata karena itu berarti masa pingitannya diperpanjang.
Posted in 04 September Stories, 317 Pingitan, B 111 Kata September | No Comments »
Tags: Momo DM
Posted by: jejakubikel | on September 18, 2011
Korek Api
By Riezky Oktorawaty @riezkylibra80
Gegap gempita cahaya lampu dan sorak sorai penonton mengiringi konserku malam ini. Suara altoku membahana mengalahkan suara soprannya. Iringan gitar tunggal yang kumainkan melengkapi. Ini bukanlah duet yang kuharapkan. Tapi ya sudahlah, konser solo mungkin belum bisa kulakukan. Suatu hari nanti pasti bisa.
Penonton mengelu-elukan namaku bukan namanya, larut mengikuti lirik lagu yang aku nyanyikan.
Sebab ku sayang dia…
Sebab ku kasihi dia…
Sebab ku tak rela..
Tak s’lalu bersama…
Ku rapuh tanpa dia…
Seperti kehilangan harap…
Korek apiku telah padam. Suara Agnes Monica dalam lagu Rapuh pun tergantikan iklan rokok di televisi. Besok malam aku nyalakan lagi korek apiku, semoga aku sudah berani konser sendiri. Aku pun tidur memeluk gitarku.
Posted in 04 September Stories, 316 Konser, B 111 Kata September | 1 Comment »
Tags: Riezky Oktorawaty
Posted by: jejakubikel | on September 18, 2011
Gandrung
By Riezky Oktorawaty @riezkylibra80
Besok aku menikah.
“Nduk, ini pas buatmu. Sesuai syarat eyangmu.”
“Bapak mana?”
“Belum waktunya, tunggu kamu menikah dulu.”
Lima tahun aku tidak bertemu dengan bapak. Aku dipingit ibu.
***
Tengah malam.
“Pak, belum sare?”
Tanpa kuduga bapak langsung menciumku dengan ganas. Aku tak sanggup berontak, pelukan bapak terlalu erat buatku.
“Eling, Pak! Ini Shinta, anakmu!” Ibu menjerit.
Ibu langsung menyeretku ke dalam gudang.
“Maaf ya, Nduk, ibu lupa cerita sama kamu.”
“Cerita apa, Bu?”
“Mata kamu itu bisa bikin pria manapun gandrung di umurmu yang ke-17, termasuk bapakmu.”
Semenjak itu aku dipingit. Aku harus menikahi perjaka bermata buta berdarah biru untuk melenyapkan ilmu gandrung.
Posted in 04 September Stories, 317 Pingitan, B 111 Kata September | No Comments »
Tags: Riezky Oktorawaty












D5 Creation