Warisan

By Ika @ikavuje

Linglung. Aku bingung hendak ke mana.

Kemarin senja ibuku mati. Menabrakkan diri pada kereta api.

Perutnya buncit, matanya sipit, jatuh terjepit. Di antara rel yang memaksa berhenti, keras berderit.

Tak ada rumah, hanya segumpal baju tipis yang aku tak tahu digunakan kapan, bahkan seluruh payudara jelas terlihat di baliknya. Aku malu memakainya.

Sambil mengais sampah, perutku yang lapar terus menyanyi. Oh, siapa kiranya yang peduli. Tak sengaja di pasar kulewati, sebuah toko bertulisan “Lingerie“, menjual yang persis milik ibu—yang jadi milikku kini.

Aku tahu ibu menjajakan tubuhnya, berdiri di persimpangan memamerkan buah dada. Sedang aku belum bisa apa-apa.

Biar kini aku mati kelaparan, tak akan kujual lingerie ibu, satu-satunya peninggalan.

2 Comments  to  Warisan