Aku, Dia, dan Masa Lalu

by Lia Khairunnisa @liakhairunnisa

KEYLA
Lapangan Parkir Kampus. 14:50

Aku berjalan di sepanjang lapangan parkir, langkahku tegesa. Aku harus segera pulang dan mengerjakan semua tugas yang sepertinya ingin mencekikku dan membunuhku secara perlahan ini. Aku bergerak cepat menuju mobilku, namun ketika aku hendak mengeluarkan mobilku dari parkiran yang sangat ramai ini tiba-tiba,
BRUK!!
Mobilku ditabrak oleh mobil lain dari belakang.
‘Aahhh siapa sihh nihh nabrak-nabrak, nggak tau apa gue lagi buru-buru.’ Batinku.
Segera aku turun, aku ingin melihat siapakah orang yang telah menabrak mobilku.

“Aduh mbak maaf banget saya nggak sengaja, nanti kerugian mbak akan saya ganti,” ujar lelaki itu.
Kutatap wajahnya, aku ingin tahu seperti apa rupanya.
“Elang!” Ujarku kaget. Aku mengenali wajah itu, yaa aku sangat mengenalinya.
“Keyla, kamu kuliah di sini sekarang?”
“Iya. Kamu ngapain ada di sini? Bukannya kamu kuliah di luar negeri ya?”
“Aku udah lulus Key.”
“Ohh, terus ngapain kamu di sini?”
“Nemenin Mentari cari buku di perpustakaan kampus ini.”
“Keylaaaa!!!” Tiba-tiba Mentari datang dan langsung memelukku.
“Gue kangen banget sama lo, Key!” Katanya.
“Gue jugaa Tar!” Sahutku.

“Duh tapi maaf gue nggak bisa lama-lama, gue duluan ya, masih ada urusan.”

“Ehh mobil lo gimana, Key?” Tanya Elang.

“Nggak apa-apa, ada asuransinya kok,” sahutku.
“Aduh sorry banget ya Key,” kata Elang.
“Nggak apa-apa. Gue duluan yaa Lang, Tar.” Aku bergegas menuju mobilku dan segera melaju pulang.

ELANG
Mobil Elang. 15:10

Tidak kusangka aku bisa bertemu lagi dengan Keyla setelah sekian lama aku tidak bertemu dengannya. Telah lama aku mengenal Keyla, Keyla yang dulu selalu ada untukku, Keyla yang manis, yang ceria, yang penuh canda tawa, Keyla…..
“Hehhh! Ngelamun ajaaa lo!” Adikku, Mentari, membuyarkan lamunanku.
“Pasti lagi mikirin Keyla!! Tambah cantik ya dia.”
“Udah dehh nggak usah sok tau.”
“Aduh, gue lupa minta pin BB nya lagi. Kita kan udah nggak ada kontak sama sekali sama dia semenjak empat tahun yang lalu,” lanjutnya.
“Gimana sih lo, bukannya tadi minta sekalian.”
“Ihh kan lupa. Mudah-mudahan bisa ketemu lagi sama dia.”
‘Ahh iya, kenapa aku nggak minta pin BB atau nomor ponsel Keyla.’ Aku mengutuki diri sendiri.

KEYLA
Kamar Keyla. 16:55

Kubuka laptopku, baru akan kukerjakan tugasku namun pikiranku telah melayang, melayang ke memori empat tahun silam. Memori aku dan pria yang kutemui tadi siang.
Sore itu, empat tahun yang lalu, masih kuingat genggaman tangannya yang hangat. Saat itu aku masih duduk di kelas tiga SMP dan dia kelas tiga SMA. Kami telah berpacaran selama tiga tahun, sejak aku kelas duduk di kelas satu SMP. Dia sahabat abangku. Mereka telah bersahabat sejak mereka duduk di bangku SMP. Sejak dahulu dia sering main ke rumahku.

Sudah cukup lama aku mengenalnya. Hingga sore itu, pada hari kelulusannya, kubuat keputusan yang sulit untuk dia terima.
“Key, aku harus pergi, orangtuaku maksa aku untuk kuliah di Australia, tapi kamu jangan khawatir Key, aku akan selalu kirim e-mail ke kamu, lalu nanti setiap liburan aku pasti pulang ke Indonesia.”
“Hmm Lang, kayanya hubungan kita nggak bisa diterusin lagi deh.”
“Lohhh Key??? Kenapa kamu tiba-tiba ngomong kaya gitu? Kamu nggak mau LDR??”
“Bukan masalah itu Lang, kita beda Lang, kita nggak bisa gini terus.”
“Tapi kita sudah tiga tahun menjalankan hubungan ini dan tidak ada masalah.”
“Memang, terlihat seperti tidak ada masalah. Tapi coba kamu lebih peka sedikit, perhatiin orang tua kamu, mereka sepertinya tidak setuju dengan hubungan kita, begitu juga orang tuaku.”
“Tapi bukan gini caranya Key, aku sayang banget sama kamu, aku nggak bisa tanpa kamu.” Dia menggenggam tanganku dengan erat sekali. Masih kurasakan genggaman tangannya yang seakan tak ingin dilepaskan.

“Nggak Lang, kita nggak sama. Mulai sekarang kamu jalani hidup kamu dan aku jalani hidup aku. Nggak ada lagi kita. Semuanya harus berakhir.” Kulepas genggamannya dan beranjak pergi meninggalkan Elang dengan sejuta pedih, namun Elang tak pernah tahu air mataku jatuh pada sore itu, aku tahu Elang hancur, tapi dia tak pernah tahu semalaman aku menangisinya hingga lelah.

Perbedaan keyakinanlah yang membuat aku harus melepaskan Elang, walaupun rasanya sangat berat untukku.
Lalu sekarang rindu itu mendesak dalam dadaku, senyum Elang yang aku temui tadi masih semanis dulu, tutur katanya masih selembut dulu, dan aku yakin genggaman tangannya juga masih sehangat dulu. Aku rindu.

ELANG
Kamar Elang. 19:05

Aku membuka lemariku dan mencari sesuatu di dalamnya. Setelah membongkar isi lemariku akhirnya aku menemukan apa yang aku cari. Sebuah album foto berwarna merah marun, warna kesukaan Keyla. Di dalamnya terdapat foto-fotoku bersama Keyla. Semuanya masih tersimpan rapi. Serapi perasaan yang tersimpan di hatiku untuknya. Kubuka satu demi satu lembaran-lembaran kenanganku bersamanya.

Aku rindu Keyla. Saat-saat bersamanya adalah saat-saat yang paling membahagiakan dalam hidupku. Ada didekatnya seperti mengisi ulang semangatku. Dan apapun yang dia lakukan adalah hal yang ingin terus menerus aku lihat. Aku rindu.

KEYLA
Balkon Kamar Keyla. 21:00

Angin malam berhembus perlahan, mengoyak sepi hati yang menahan rindu, semoga angin membawa pesan rindu ini padamu.
Kita adalah dua insan yang terjebak dalam satu cinta yang sama namun dipisahkan oleh keadaan.

ELANG
Balkon Kamar Elang. 21:00

Langit malam ini penuh bintang, namun hanya satu yang gemerlap sinarnya, coba lihat bintangmu begitu terang sampai bintangku meredup sinarnya.
Kita adalah dua insan dengan satu rindu yang sama namun tak mungkin menyatu.

Kunjungi blog Lia di link ini

KataKami

@PramoeAga ~ Alur dan setting yang menarik. Saran aja, untuk kalimat yang diucapkan dalam hati oleh tokoh sebaiknya dicetak miring.

@daprast ~ Sepertinya, pengalaman pribadi? Dalem gituh… :)

@therendra ~ Cukup kreatif dari segi bentuk. Tapi untuk ukuran sebuah cerita, ini masih masih dangkal. Sebetulnya cerita ini sarat muatan emosi dengan perjalanan ke masa lalu-nya, namun tak memberi pesan apa-apa tentang hubungan itu sendiri. Nostalgi belaka.

« (Previous Post)
(Next Post) »

Comments are Closed