Racun Manyun

oleh Ninda Syahfi | @nindasyahfi

Menjelang pagi, semakin ramai orang berlalu lalang. Dengan riang, mereka menyulap pekarangan istana. Calon pengantin tidak sanggup menahan debar di dada, begitu juga Piatu. Dari balik jendela dapur, tampak jelas ia gemetar menyambut datangnya hari ini.

“Stoples paling kiri. Sejumput saja, ya, Cu.”

“Aku sudah dengar. … Lanjutkan membaca…

Panah Salah

oleh Ninda Syahfi | @nindasyahfi

“Sudah, Nang, biar Ibu saja.”

“Tidak apa, sedikit lagi rampung. Ibu tidur sana, sudah tengah malam.”

“Andai saja bapakmu ada, kamu tidak perlu repot-repot membantu Ibu bekerja.”

Lanang tidak menjawab lagi. Tangan kekarnya cekatan merapikan batang-batang panah yang sedari senja ujung-ujungnya ia asah hingga sangat runcing. … Lanjutkan membaca…

Hadiah

oleh Ajen Angelina | @ajenangelina

Di hari ulang tahun pernikahan mereka yang kesepuluh, Joko menghadiahkan sebuah notes dan pena pada Lastri.

“Kau serius memberiku dua benda ini? Untuk apa?” Lastri memandang Joko tidak percaya.

“Aku muak mendengar omelanmu. Tulis semuanya di situ!”

“Menulis omelan? Buat apa?”

Joko memandang istrinya kesal. “Tulisanmu … Lanjutkan membaca…