Belenggu

“Ibu, mengapa kau buka?”

“Ibu tak tega melihatmu menderita. Pergilah sejauh-jauhnya.”

“Ibu nggak takut aku mengamuk?” tanyaku ragu.

“Ibu percaya padamu.” Sesaat Ibu menghentikan usahanya membuka rantai besi di pergelangan kakiku. Aku ketakutan, jangan sampai Ibu tidak jadi membukanya. Maka kuberikan senyumanku … Lanjutkan membaca…

Lelaki Terakhir

Malam itu, Papa menamparmu begitu keras, sampai-sampai kau terhuyung jatuh.

“Bikin malu keluarga! Kau, anak yang Papa banggakan, lelaki yang seharusnya menjadi contoh adik-adikmu, malah mencoreng muka keluarga dengan kotoran!”

Kau hanya diam saja mendengar makian Papa. Lalu suara tangis kekasihmu mengalihkan amarah Papa.

Lanjutkan membaca…