Archives
now browsing by author
Hatiku Tertinggal Di Sana
by Jona @wulfr1c
“Kak, pernah lihat potongan hati ini tidak?”
Wanita berumur pertengahan 20-an itu menggelengkan kepalanya. Sudah 57 orang sebelum dia di karnival ini yang memberi jawaban sama, tidak heran.
“Mau permen ini, dek?”
Rupanya ia merasakan kesedihanku yang mendalam. Usahanya untuk menghiburku sebenarnya sangat aku hargai, tapi entah mengapa tanganku tak kunjung bergerak ‘tuk menggapai permen pemberiannya.
“Udah, jangan sedih lagi ya.. Kakak jadi ikutan sedih nih..”
Usaha keduanya masih gagal. Bagaimanapun, aku kini tinggal sesosok makhluk hidup kosong, tanpa makna.
“Terimalah ini… Kakak ikhlas kok….”
Tidak kusangka, ia merelakan setengah hatinya untukku, agar aku kembali jadi manusia seutuhnya. Namun, betapa terkejutnya diriku saat aku menerima hadiahnya itu.
Itu… Itu kan hatiku!!
Harry Potter Wannabe..
by Jona @wulfr1c
“Udah baca Goblet of Fire kan?”
“Udah.. Trus kenapa?”
Sikap acuh tak acuhnya memang membuatku kesal, tapi aku bertekad untuk membuktikan bahwa ia tak seharusnya menganggap enteng argumenku ini.
“Di akhir buku, Harry dan Cedric akhirnya menemukan Piala Api, dan itu mereka capai tanpa cara-cara kotor ala Viktor Krum!”
“Iya, aku setuju. Tapi hubungannya dengan diskusi kita apa?” Aku mendelik cepat.
“Kamu belum nangkap juga? Udah jelas banget, tahu!!” Sahabatku itu mengerutkan dahi.
“Maksudmu, kamu mau menjelajahi labirin taman itu meniru caranya Harry?”
“Yap, tepat sekali!”
“Tapi, itu berbahaya!!”
Aku mengangkat sebelah alis.
“Kenapa?”
“Kalo kamu jujur, kamu harus masuk ke surga yang ada di ujung labirin. Itu terlarang buat kita!!”
Kreasi Semalam
by Jona @wulfr1c
23.09
Anak itu menyelesaikan pekerjaan rumahnya.
Ia bergegas membereskan keperluan sekolahnya esok pagi, lalu merapikan meja belajarnya. Sekarang, tinggal 1 tugas yang belum selesai. Dibukanya laci, diambilnya pensil warna dan kertas gambar. Beberapa desain kasar dan tidak teratur tergambar di permukaan kertas tersebut.
Yang ia lakukan cuma memadukan desain abstrak tersebut satu sama lain menjadi sebuah karya utuh. Pertama-tama, ia menghubungkan garis-garis berkelok hingga membentuk semacam lilitan mirip untaian DNA kenyal. Berikutnya, ia menarik titik temu antara 2 garis oval serta 2 titik hitam tebal di tengah-tengahnya.
Terakhir, ia menambahkan sedikit shading dan ornamen gothic di sekeliling gambar uniknya, menyajikan model kelam sekaligus tegas.
“Selesai!” gumamnya. “Esok pagi, leak itu pasti senang dapat kostum baru.”
Malam Tahun Baru
by Jona @wulfr1c
Malam itu..
Kami sedang bermain kembang api di halaman rumah, ketika beberapa pria berjaket kulit datang dan menciduk papa.. Itulah awalnya..
Malam itu..
Adik mengejar mereka! Dengan tubuhnya yang mungil, ia berusaha mencakar, memukul, bahkan menggigit. Sekedar supaya mereka melepaskan papa yang sebenarnya tidak meronta sama sekali.
Malam itu..
Tante datang.. Ya! Setelah pertengkaran hebat antara dia dan mama, baru kali itulah aku melihat lagi mereka berpelukan. Yang pertama setelah 13 tahun..
Malam itu..
Anjing peliharaan kami melolong hebat! Anehnya, lolongannya tidak terdengar sedih, melainkan seperti sebuah ungkapan kegembiraan.
Malam itu..
Seorang diantara pria berjaket kulit itu berkata padaku sebelum menghilang,
“Karena kamu menolak masuk surga, maka ayahmu kami ambil sebagai gantinya.”
Deja-Vu
by Jona @wulfr1c
“Ini yang terakhir ya..”
Aku mengangguk senang. Pacarku memang pacar terbaik di dunia! Tahu saja dia kalau aku masih ingin mencoba wahana komidi putar itu.
Tidak lama, komidi putar itu mulai bergerak, bergoyang memutar, menciptakan sensasi unik yang sudah lama sekali tidak aku rasakan.
Kupandangi anak laki-laki mungil di depanku, lalu mengedarkan pandangan ke samping. Ada seorang remaja tanggung pria terlihat murung. Kutoleh lagi ke belakang, mendapati seorang balita tersenyum puas dalam pangkuan ayahnya.
Kayaknya gue kenal mereka, deh!
Mendadak, terdengar teriakan tertahan dari depan si anak laki-laki. Kudongakkan kepala melihat apa yang terjadi. Ternyata……!!
Jasadku terbaring kaku di lantai. Di sampingnya, pacarku meludah. Pisau berlumuran darah tergenggam erat di tangannya.
Anjing dan Sang Kalifah
by Jona @wulfr1c
Jam sudah menunjukkan pukul 4 pagi. Laptop-ku masih menyala, namun film yang sedari tadi kuputar sudah lama selesai. Entah kenapa, mataku belum menunjukkan tanda-tanda lelah.
Suara burung bercicitan mulai terdengar. Oh! Betapa aku benci suasana seperti ini, dimana waktu yang seharusnya kupergunakan untuk beristirahat terbuang sia-sia.
Kuputuskan untuk keluar dari kamar, menikmati langit malam. Setelah puas, kualihkan pandangan ke halaman. Disana, anjingku sedang menjilat tubuhnya.
Tumben dia sudah bangun jam segini, pikirku.
Tak lama kemudian, ia beringsut ke gerbang, lalu melolong. Sontak, sesosok bayangan putih melintas cepat di luar! Melempar sesuatu yang ditangkap anjingku dengan sigap.
Kupicingkan mata ketika ia kembali ke teras bersama barang bawaannya.
Sebuah buku primbon..
GRATIS!
by Jona @wulfr1c
Aku punya permen kapas. Satu-satunya jenis permen yang pernah aku cicipi selama masa remajaku yang menurutku sangat menyenangkan! Kebahagiaanku semakin bertambah karena permen tersebut adalah pemberian seorang laki-laki yang selama ini aku kagumi.
Kata ibu sih, laki-laki itu bukan ayah kandungku. Tapi laki-laki itu selalu mencintaiku melebihi ayah kandungku sendiri. Saking sayangnya, ia sering membawaku berkeliling dunia kami, berkelana dari satu petualangan ke petualangan yang lainnya.
Oh ya! Permen kapas itu masih ada, lho! Aku cuma mencicipi setengah bagiannya, sedangkan sisanya kusimpan sebagai kenang-kenangan atas sebuah pengalaman berharga yang takkan kutukar dengan apapun..
Pengalaman terindah ketika aku akhirnya bisa tidur dengan laki-laki itu lalu punya keturunan darinya. Indah, kan?! Hihi..
Detektif
by Jona @wulfr1c
“Kamu pemain baru disini?”
“Yap! Begitulah, pak. Jadi wajar kan kalo saya belum begitu dekat dengan semua anggota karnaval ini..”
Aku menatapnya dalam-dalam, mencoba mencari sedikit celah keraguan atau kepura-puraan disana. Tapi gagal lagi. Sepertinya, dia memang bersih.
“Sudah berapa lama kamu ikut karnaval ini?”
“Baru 2 bulan, pak.”
Kuputar arloji antik pemberian almarhumah istriku itu dengan cepat, pertanda aku sedang gelisah. Penyelidikan ini mulai menunjukkan tanda-tanda akhir : JALAN BUNTU!
“Kamu kidal?”
“Iya, pak.”
Kutatap kembali plastik bening di atas meja itu. Di dalamnya, sebuah pisau berkarat teronggok kaku. Satu-satunya sidik jari disana pun asalnya dari tangan kanan.
“Kalau kamu memang kidal, kenapa saat membunuh saya kamu memakai tangan kanan? Dasar pengecut!”
Siapa Pengkhianatnya??
by Jona @wulfr1c
“Jadi, Asa selama ini mengidap caulrophobia??!”
Rendra terduduk lesu di hadapan Daniel. Kini ia jadi tahu apa penyebab utama ketakutan wanita pujaannya itu tadi malam. Andai ia tahu sebelumnya, tentu…
“Trus, sekarang gimana penyelesaiannya??” Rendra gugup.
“Lo tenang aja deh. Gue udah nyiapin rencana cadangan…”
Daniel menyerahkan sebuah berkas yang terlihat seperti laporan kesehatan.
“Dia cuma shock sesaat kok. Gak sampe kenapa-napa”
“Syukurlah kalo gitu..” Sedikit napas lega.
“Tapi ada masalah lain, Ren..”
“Apa lagi?” Rendra menatap temannya tak sabar.
“Orang tuanya minta pertanggungjawaban gue, Ren. Kan kemarin gue yang ngebopong Asa ke klinik, padahal kami berdua kan bukan muhrim. Ijab kabulnya sore ini jam 3, lo bersedia jadi saksi kan?”
Janji
by Jona @wulfr1c
Sudah empat belas tahun aku menunggu hari ini. Dengan mantap, kuambil balon kesayangannya yang kusimpan rapi di lemari dan kutiup hingga mengembang sempurna. Nanti siang, pesta kebun akan berlangsung untuk merayakan ulang tahunnya.
Aku keluar dari kamar secara diam-diam. Lirik kiri dan kanan sebentar, lalu langsung melesat menuju pintu belakang—jalan pintas menuju kebun keluarga kami. Saat sampai di teras luar, ternyata sudah banyak orang berkumpul di sana. Pesta kebun itu sudah akan mulai.
Aku melihatnya!! Dengan sigap aku meliuk-liuk melewati kerumunan tamu sampai tepat di belakangnya. Ia sedang bercanda ria dengan orangtuaku.
“Happy birthday, cu!!” seruku sambil menyodorkan balon bertuliskan 76 tahun itu. Ia berbalik lalu tersenyum menatapku.
“Makasih ya, kek..”












D5 Creation