E Inspirasi
now browsing by category
Posted by: jejakubikel | on March 31, 2011
Motivasi dari Seorang Abraham Lincoln
by Andya Nita @neeetha
Aku bersyukur dilahirkan di keluarga berkecukupan. Aku bersyukur dapat menikmati pendidikan yang memadai. Aku bahagia memiliki semuanya. Aku bisa bersenang-senang dengan uang yang kumiliki. Tapi, aku sering putus asa ketika kegagalan di depan mataku. Semangat untuk bangkit begitu sulit dibangkitkan. Pesimis pasti menghampiriku, sehingga sulit untuk melakukan kegiatan. Kegagalan yang aku alami mungkin sederhana sekali seperti nilai ujian yang jatuh, menempuh pendidikan yang bukan keinginan dan tujuanku, serta hasil prestasi yang tidak sesuai harapanku. Sedih bila merasakan kegagalan dalam hal tersebut. Apalagi aku merasa sudah berusaha semaksimal mungkin, tapi ternyata yang aku dapatkan berbeda dari yang aku harapkan.
Pada suatu senja di hari Sabtu, aku membaca motivasi dari tokoh yang melegenda, yaitu Abraham Lincoln. Tak sekedar membaca, aku pun mencoba memahaminya. Ternyata aku mengiyakan isi artikel tersebut. Yang aku butuhkan hanyalah semangat yang tetap ada dalam hati dan berusaha tidak dikuasai oleh kegagalan yang aku alami. Bila aku tidak dikuasai oleh kegagalan yang aku alami dan memiliki semangat dalam diri untuk melakukan yang lebih baik lagi, pastilah keberhasilan ada di genggaman. Bukan nilai yang aku butuhkan dalam mencapai kesuksesan, tetapi ketetapan hati untuk mencapai kesuksesan yang lebih penting dari apapun. Bila hati terombang-ambing karena dikuasai oleh kegagalan, yang ada digenggamanku sekarang hanyalah kegagalan demi kegagalan lagi. Kesuksesan dapat diperoleh dengan kegagalan demi kegagalan tanpa meninggalkan semangat dalam diri dan ketetapan hati untuk meraih kesuksesan. Aku bisa!
Abraham Lincoln (lahir di Hardin County, Kentucky, 12 Februari 1809 – meninggal di Washington, D.C., 15 April 1865 pada umur 56 tahun) adalah Presiden Amerika Serikat yang ke-16, menjabat sejak 4 Maret 1861 hingga terjadi pembunuhannya. Dia memimpin bangsanya keluar dari Perang Saudara Amerika, mempertahankan persatuan bangsa, dan menghapuskan perbudakan. Namun, saat perang telah mendekati akhir, dia menjadi presiden AS pertama yang dibunuh. Sebelum pelantikannya pada tahun 1860 sebagai presiden pertama dari Partai Republik, Lincoln berprofesi sebagai pengacara, anggota legislatif Illinois, anggota DPR Amerika Serikat, dan dua kali gagal dalam pemilihan anggota senat.
Sebagai penentang perbudakan, Lincoln memenangkan pencalonan presiden Amerika Serikat dari Partai Republik pada tahun 1860 dan kemudian terpilih sebagai presiden. Masa pemerintahannya diwarnai dengan kekalahan dari pihak Negara Konfederasi Amerika Serikat, yang pro perbudakan, dalam Perang Saudara Amerika. Dia mengeluarkan dekrit yang memerintahkan penghapusan perbudakan melalui Proclamation of Emancipation pada tahun 1863, dan menambahkan Pasal ketiga belas ke dalam UUD AS pada tahun 1865.
Lincoln mengawasi perang secara ketat, termasuk pemilihan panglima perang seperti Ulysses S. Grant. Para ahli sejarah menyimpulkan bahwa Lincoln mengorganisir faksi-faksi dalam Partai Republik dengan baik, membawa tiap pemimpin faksi ke dalam kabinetnya dan memaksa mereka bekerja sama. Lincoln berhasil meredakan ketegangan dengan Inggris menyusul Skandal Trent pada tahun 1861. Di bawah kepemimpinannya pihak Utara berhasil menduduki wilayah Selatan dari awal peperangan. Lincoln kemudian terpilih kembali sebagai presiden AS pada tahun 1864.
Para penentang perang mengkritisi Lincoln karena sikapnya yang menolak berkompromi terhadap perbudakan. Sebaliknya, kaum konservatif dari golongan Republikan Radikal, faksi pro penghapusan perbudakan Partai Republik, mengkritisi Lincoln karena sikapnya yang lambat dalam penghapusan perbudakan. Walaupun terhambat oleh berbagai rintangan, Lincoln berhasil menyatukan opini publik melalui retorika dan pidatonya; pidato terbaiknya adalah Pidato Gettysburg. Mendekati akhir peperangan, Lincoln bersikap moderat terhadap rekonstruksi, yaitu mendambakan persatuan kembali bangsa melalui kebijakan rekonsiliasi yang lunak. Penggantinya, Andrew johnson, juga mendambakan persatuan kembali orang kulit putih, tapi gagal mempertahankan hak para budak yang baru dibebaskan. Lincoln dinilai sebagai presiden AS yang paling hebat sepanjang sejarah Amerika.
Abraham Lincoln dilahirkan di sebuah gubuk kecil di Kentucky pada 12 Februari 1809. Orang tuanya miskin dan tidak berpendidikan. Lincoln sendiri hanya mengecap pendidikan selama kira-kira setahun, tetapi dalam waktu singkat itu ia dapat membaca, menulis dan berhitung. Ketika ia beranjak dewasa ia berusaha keras untuk menambah pengetahuannya. Ia menggunakan sebaik-baiknya semua buku yang dapat dibacanya, akhirnya ia berhasil menjadi seorang ahli hukum pada usia 28 tahun.
Ketika masih muda, Abraham Lincoln bekerja dalam berbagai bidang. Ia pernah bekerja sebagai pembelah kayu pagar, menjadi tentara, menjadi kelasi di kapal-kapal sungai, juru tulis, mengurus kedai, kepala kantor pos, dan akhirnya menjadi pengacara.
Ia giat membela hak-hak para budak Afrika. Selama masa jabatannya, ada banyak budak di Selatan dan ia ingin para budak itu dibebaskan. Orang-orang yang tidak setuju dengan rencananya, membentuk Persatuan Selatan dan sebuah pasukan untuk berperang melawan pasukan Utara Lincoln pada Perang Utara-Selatan. Pasukannya memenangkan peperangan itu.
Langkah pertamanya memasuki lapangan politik terjadi pada 1832 pada saat ia berusia 23 tahun. Ketika itu ia berusaha untuk dipilih menjadi anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah negara bagian Illinois, di bagian barat-tengah Amerika. Namun ia kalah pada saat pemilihan, dua tahun kemudan ia berusaha kembali dan menang. Setelah itu ia kembali dipilih selama tiga kali berturut-turut setelahnya.
Pada tahun 1847, saat ia berusia 38 tahun, ia terpilih menjadi anggota Dewan Perwakilan Rakyat Amerika.
Abraham Lincoln menjadi terkenal di seluruh negara sebagai orang politik, akibat perdebatannya dengan seorang lawan Stephen A. Douglas dalam kampanye pemilihan Senator Amerika pada tahun 1858. Sekalipun ia kalah dalam pemilihan senator, partai Republik memilihnya menjadi calon presiden dalam pemilihan pada tahun 1860. Saat itu Amerika Serikat telah hampir terpecah belah akibat masalah perbudakan.
Pada 6 November 1860, Lincoln dilantik menjadi Presiden Amerika Serikat yang ke-16 dan sebulan kemudian, perang saudara Amerika antara negara-negara bagian di Utara dan negara-negara bagian di Selatan pecah. Walaupun ia membenci perang, Presiden Lincoln menerimanya sebagai satu-satunya jalan untuk menyelamatkan persatuan negara.
Pada pertengahan perang saudara, Presiden Abraham Lincoln mengeluarkan Proklamasi Pembebasan yang mengubah hajat hidup orang banyak di Amerika. Proklamasi itu menyatakan bahwa semua budak belian di negara-negara bagian ataupun daerah-daerah negara-negara bagian yang melawan Amerika Serikat akan bebas mulai 1 Januari 1863. Proklamasi itu mencetuskan semangat semua orang yang memperjuangkan kebebasan, dan menjadi pendorong ke arah penghapusan perbudakan di seluruh Amerika Serikat.
Presiden Abraham Lincoln dipilih kembali pada 1864, ditengah-tengah kemenangan-kemenangan militer Amerika Serikat yang menuju berakhirnya Perang Saudara. Dalam merencanakan perdamaian Presiden Abraham Lincoln bersifat fleksibel dan bermurah hati. Ia mengajak orang-orang selatan yang memberontak supaya meletakkan senjata dan kembali ke pangkuan Amerika Serikat. Semangat yang menjadi pedomannya jelas serupa dengan semangat pidato pelantikannya yang kedua. Kalimat ini kini terukir di salah satu dinding tugu peringatan Lincoln (Lincoln Memorial) di Washington DC yang berbunyi;
Dengan keteguhan hati dan kebenaran yang sesuai dengan titah Tuhan, marilah kita berusaha untuk menyelesaikan tugas kita sekarang, yaitu menyembuhkan luka-luka bangsa.
Presiden Lincoln tertembak di teater Ford, Washington, Amerika Serikat, pada 14 April 1865 dan meninggal keesokan harinya pada tanggal 15 April 1865 pada usia 56 tahun. Pembunuhnya, John Wilkes Booth adalah seorang pemain sandiwara yang memiliki gangguan jiwa, ia juga salah seorang pendukung Konfederasi yang menentang diserahkannya tentara Konfederasi kepada pemerintah setelah berakhirnya perang saudara.
Presiden Lincoln dimakamkan di Springfield, AS dan dikenang oleh Amerika dan dunia sebagai pejuang demokrasi karena jasa-jasanya.
Tidak akan menyangka seorang presiden Amerika ternyata masa lalunya penuh perjuangan. Walau beliau hanya mengenyam pendidikan hanya satu tahun tapi tidak putus asa dalam mencapai pendidikan yang lebih bail lagi terbukti dengan keberhasilannya menjadi seorang ahli hukum pada usia 28 tahun.
Berbagai pekerjaan pernah digeluti dari pembelah kayu pagar, menjadi kelasi di kapal-kapal sungai, pengurus kedai, dan akhirnya dapat masuk ke parlemen dan akhirnya berhasil menjadi presiden. Inikah yang dimaksud pepatah “Berakit-rakit dahulu, berenang-renang ke tepian yang memiliki makna Bersakit-sakit dahulu, bersenang-senang kemudian”
Semangatnya sangat membara, walau beliau hanya menempuh pendidikan yang tidak memadai tetapi beliau tidak pernah menyerah untuk meraih kesuksessan. Walau beliau tinggal di rumah gubuk dan kedua orangtuanya tidak berpendidikan tetapi beliau tidak rendah diri bahkan bisa sukses menjadi seorang ahli hukum. It’s amazing….
Kita yang mempunyai orang tua yang berkecukupan dan menempuh pendidikan yang memadai harus bisa meraih kesuksesan. Abraham Lincoln saja bisa kenapa kita tidak bisa? Kita bisa meraih kesuksesan sebagaimana motivasi dari Abraham Lincoln:
• Selalu tanamkan dalam pikiran anda bahwa ketetapan hati Anda untuk mencapai sukses adalah lebih penting daripada hal lainnya.
• Sukses didapat melalui kegagalan demi kegagalan tanpa kehilangan semangat Anda.
• Keprihatinan terbesar saya bukanlah mengenai apakah Anda mengalami kegagalan, melainkan apakah Anda dikuasai oleh kegagalan Anda.
Motivasi dari beliau benar adanya, yang kita butuhkan hanyalah semangat yang tetap ada dalam hati dan berusaha tidak dikuasai oleh kegagalan yang kita alami. Bila kita tidak dikuasai oleh kegagalan yang kita alami dan memiliki semangat dalam diri untuk melakukan yang lebih baik lagi pastilah keberhasilan ada di genggaman. Bukan nilai yang kita butuhkan dalam mencapai kesuksesan tetapi ketetapan hati untuk mencapai kesuksesan yang lebih penting dari apapun. Bila hati terombang-ambing karena dikuasai oleh kegagalan, yang ada digenggaman kita sekarang hanyalah kegagalan demi kegagalan saja. Kesuksesan dapat diperoleh dengan kegagalan demi kegagalan tanpa meninggalkan semangat dalam diri dan ketetapan hati untuk meraih kesuksesan.
Jangan kehilangan semangat dalam meraih kesuksesan walau kegagalan demi kegagalan menghadang kita. Semangat! Semangat! Dan tetap semangat! Kita pasti bisa menggenggam keberhasilan!
Semangat adalah modal utama
Terjatuh adalah segores luka
Bangun dan bangkitlah
Pandanglah ke depan tujuanmu
Mulailah melangkah dengan pasti
Jangan menoleh ke belakang
Tersenyumlah kawan
Sesuatu akan indah pada waktunya….
Foot Note:
http://id.wikipedia.org/wiki/Abraham_Lincoln
Posted in 02 NovemberMenulis, E Inspirasi | No Comments »
Tags: Andyanita
Posted by: kekasihpuisi | on March 8, 2011
Memilih Tuk Tak Memilih
by Rani Amalia Busyra @kekasihpuisi
Empat rasa hadir tulus tanpa tendensi
mengalir diam-diam
Dua rasa
Satu rasa
dan satu rasa
Satu-satu rasa tak mungkin lenyap tanpa makna
Dua rasa di dalam satu diri menggerogoti rasa-rasa yang ada
Mati
Kemudian hilang
Terinspirasi Dee
“Satu Menggenapkan, Dua Membinasakan”
Posted in 02 NovemberMenulis, E Inspirasi, Kurasi Puisi | No Comments »
Tags: Rani Amalia
Posted by: Cubiculum Notatum | on November 30, 2010
For One Better World
by Ricky Rinaldo @IniRickRick
Dr. James melangkah dengan sedikit tergesa. Ini pertemuan yang begitu penting. Dan dia tidak ingin terlambat. Bergegas ia memasuki ruang pertemuan itu. Di situ telah menanti tiga orang lainnya.
“Baiklah, Dr. James sudah di sini. Mari kita mulai saja.” Berkata Mr. McClane. Sang pemimpin proyek dan juga penyandang dana utama. Di sampingnya duduk Dr. Maya. Sang ilmuwan terkenal yang pernah meraih nobel dalam penemuannya tentang regenasi genetika yang bisa meyembuhkan kanker, di seberang meja duduk Jendral Cobb. Seorang pemimpin kelompok militer rahasia yang tidak berpihak pada satu negara saja. Namun lebih fokus kepada kepentingan dunia.
“Bagian saya sudah berjalan dengan baik. Sudah seratus persen, tinggal menunggu perintah anda untuk dilepaskan. Dan juga menunggu kesiapan dari bagian Dr. James.” Berkata Dr. Maya kepada Mr. McClane, yang lantas tersenyum mendengar laporan tersebut lalu melayangkan pandangan kepada Dr. James. Menunggu laporannya.
“Maaf,ada sedikit masalah di bagian saya. Tapi malam ini saya jamin semuanya seratus persen siap dan sesuai harapan.” Jawab Dr. James sedikit gugup.
“Tidak masalah kalau begitu. Bagaimana dengan pasukan dan persiapan anda Jendral?” kali ini pertanyaannya dilayangkan kepada Jendral Cobb.
“Semua sudah dalam kendali. Semua sektor keamanan yang bertugas besok sudah disusupi anak buahku. Dan bom gas syaraf itu juga sudah ditanamkan di tempat-tempat yang telah ditentukan. Mengenai proses penggantiannya juga besok sudah tinggal dilaksanakan saja.” Penuh percaya diri Jendral Cobb menjawab.
“Baiklah saya senang dengan kerja kalian semua. Saya juga telah mendapat kepastian bahwa tidak ada satupun kepala negara yang tidak hadir pada konferensi besok. Semua sesuai dengan rencana. Sekarang silahkan lanjutkan pekerjaan kalian masing-masing. Besok pagi kita sudah harus siap. Dan tidak ada kata gagal. For one better world!” berkata Mr. McClane lantang yang segera dibalas oleh ketiga orang kepercayaannya itu.
“For one better world!” jawab mereka bertiga serentak.
***
Dr. James kembali ke lab-nya. Setelah meminta laporan dari para anak buahnya mengenai proses proyek mereka, ia pun kemudian masuk ke sebuah ruangan khusus. Dr. James melayangkan pandangannya ke seluruh ruangan. Ruangan seluas hanggar pesawat jumbo jet ini dipenuhi oleh ratusan tabung-tabung berteknologi tinggi. Tiap-tiap tabung itu berisi sesosok tubuh manusia yang terapung dalam cairan yang berfungsi untuk menjaga stabilitas suhu dalam tabung tersebut. Berbagai selang dan kabel terpasang pada tubuh mereka. Ada yang berfungsi sebagai infus nutrisi, ada yang bertugas untuk memantau denyut nadi dan detak jantung, dan berbagai macam fungsi rumit lainnya. Namun yang terpenting dari semua itu adalah sebuah kabel utama yang tersambung kebagian otak manusia-manusia itu. Sebuah teknologi ciptaan Dr. James yang menjadi kebanggannya.
Setelah belasan tahun melakukan riset, akhirnya ia berhasil menemukan metode yang sangat ampuh untuk membentuk sifat dan kepribadian kepada janin yang masih dalam kandungan. Sehingga orang tua bisa dengan mudah menentukan anak seperti apa yang akan mereka punyai di kemudian hari. Itulah tujuan awal dia melakukan riset.
Namun pertemuan dengan Mr. McClane merubah semuanya. Pada awalnya Dr. James menentang keras rencana dari Mr. McClane tersebut, namun setelah dijelaskan lebih dalam visi dan misi proyek tersebut. Akhirnya ia setuju. Dan semakin bersemangat dalam melaksanakan proyek ini.
Sekarang tinggal menunggu hari eksekusi besok. Besok akan diselenggarakan sebuah konferensi besar-besaran yang dihadiri oleh seluruh pemimpin negara-negara di dunia. Dan di sana akan dilepaskan bom gas syaraf yang akan membunuh seluruh orang di ruangan konferensi tersebut. Termasuk para pemimpin negara yang ada di sana.
Dr. James tersenyum puas. Ditatapnya sebuah plat nama yang menempel di salah satu tabung. Tertulis U.S.A. dan di dalam tabung itu terdapat sosok yang sangat mirip dengan sang Presiden U.S.A. ini adalah kloningan hasil kerja Dr. Maya. Benar-benar tidak dapat dibedakan dengan aslinya. Ditatapnya tabung-tabung lain yang bertuliskan nama tiap-tiap negara yang telah dibuat kloningan presidennya oleh Dr. Maya.
Dengan sedikit modifikasi, maka penemuan Dr. James yang awalnya ditujukan kepada janin dalam kandungan itu, sekarang diaplikasikan kepada para kloningan ini. Tiap-tiap kloningan ini sekarang sedang dalam tahap pengisian karakter. Mulai besok, setiap negara di dunia akan memiliki pemimpin dengan karakter yang sangat baik dan hebat dalam memimpin negaranya. Setelah itu berturut-turut setiap pejabat tinggi di masing-masing negara akan dibunuh dan digantikan dengan kloningannya yang telah ditanamkan karakter yang baru. Setelah itu semua selesai, maka tidak akan ada lagi pemerintahan yang korup dan ignorant terhadap rakyatnya. Tidak akan ada yang dirugikan ataupun kehilangan. Meski para presiden dan pejabat itu dibunuh, toh kloningan mereka akan membuat tak seorangpun merasa kehilangan ataupun menyadari bahwa manusia aslinya telah mati. Mengorbankan yang jelek untuk digantikan dengan yang baik.
“For one better world” gumam Dr. James.
Posted in 02 NovemberMenulis, Cerita-cerita, E Inspirasi | 13 Comments »
Tags: Ricky Rinaldo
Posted by: Cubiculum Notatum | on November 30, 2010
Senandung Rindu
by Diana Siti Khadijah @andiana
Gemericik air mengalir jatuh ke kolam bening
Berenang ikan bagai lagu yang memecah hening
Mozaik wajahmu semacam terpantul di dinding
Suaramu selaras nada-nada mendayu dari seruling
Mentari malu-malu menyapaku dari balik tirai langit nan cerah
Kakiku melangkah ditemani gelitik embun pagi yang basah
Kautemani hangatnya hati dengan setangkai mawar merah
Langkah kecil tertatih bersama dalam kenangan termewah
Kita akan pergi untuk hidup yang lebih baik, sayang
Kicau burung dan tawa riang janganlah sampai terbuang
Berharap tiada duka yang akan menghadang
Mari kita teruskan dengan penuh semangat juang
Kita tanam sebanyak mungkin bibit pohon di sini
Karena masa depan lebih baik kitalah yang memulai
Hidup bukan warisan generasi dahulu untuk kini
Utang kita bagai benang kusut yang belum terurai
Tak ingin melihat lagi ibu pertiwi menangis terluka
Ini bukan tentang kita atau mereka
Dunia seindah mimpi tak terjadi seketika
Bersama bergandeng tangan dengan pikiran terbuka
Aku dan kamu menanti datangnya pagi termanis
Bersiap nikmati hari dengan secangkir harapan
Sepiring doa dan semangkuk pikiran optimis
Segenggam mutiara cinta untuk masa depan
-depok/2010-
Posted in 02 NovemberMenulis, E Inspirasi | 4 Comments »
Tags: Andiana
Posted by: Cubiculum Notatum | on November 30, 2010
Ubah Pola Pikir!
By Icha @sachakarina
Tak perlu muluk-muluk untuk dunia yang lebih indah, yang jauh lebih baik. Yang penting kita bisa hidup tenang dan bahagia, dunia pasti akan terasa jauh lebih indah.
Nah, pertanyaan yang muncul: bagaimana mewujudkannya?
Memang sih kebahagiaan itu bisa datang dari hati kita, tapi kalau kita merasa tidak tenang, bagaimana mau bahagia?
Mungkin, jika kita tidak terlalu sering kejebak macet dan tiba di kantor/sekolah tepat waktu dengan keadaan tidak kusut, pasti kita akan merasa lebih bersemangat!
Mungkin, jika panas tidak terlalu menyengat kita akan merasa sedikit lebih ‘ringan’ jika harus menyusuri jalan di siang hari, dan tidak terlalu paranoid dengan kanker kulit!
Mungkin, jika polusi udara tidak terlalu parah kita akan merasa lebih lega jika menghirup udara!
Mungkin, jika tawuran tidak lagi terjadi dimana-mana hidup akan jauh lebih tenang.
Mungkin, jika bumi tidak seruwet sekarang kita tidak akan terus mengeluh dan merasa jauh lebih bahagia!
Mungkin saja!
***
Dulu, sekitar sepuluh tahun yang lalu saya rasanya jarang menggerutu karena matahari yang terlalu terik. Udara yang saya hirup juga melegakan paru-paru, bukan menyesakkan seperti sekarang. Macet tidak pernah jadi kambing hitam jika telat masuk sekolah.
Sudahlah! Itu dulu. Sepuluh tahun yang lalu. Kalau cuma bisa mengenang kembali, cuma berandai-andai, hanya bisa bermimpi, tapi tak mau bertindak untuk sebuah perubahan nyata juga tidak ada artinya. Kita ada di sini sekarang! Terkungkung dalam keruwetan yang kita ciptakan sendiri.
Mari mulai dari sekarang, dimulai dari diri kita sendiri! Ubah pola pikir kita. Selamatkan bumi sebelum terlambat.
Tak heran jika film 2012 membuat banyak orang jadi ketakutan, bahkan sampai bunuh diri segala, cara mati yang benar-benar konyol :p makanya sampai saat ini saya tidak pernah –mau—menonton film itu.
Go Green sudah digembar-gemborkan di mana-mana, tapi apa yang kita dapat? Hanya segelintir orang yang benar-benar ikut berpartisipasi. Dan saya termasuk dalam golongan orang yang bisanya cuma jadi penonton. Katanya pengen ikut berpartisipasi tapi bisanya hanya menyumbang doa saja. Doa memang perlu, tapi tanpa usaha juga tidak ada artinya kan? Saya tahu, tapi tidak pernah mau sadar diri.
Saya masih buang sampah sembarangan. Kalau belanja masih sering memakai kantong plastik, tidak pernah mau mencoba memakai tas daur ulang yang lebih ramah lingkungan (dengan alasan agak ribet!). Tapi untungnya saya tidak merokok, jadi mungkin saya bisa sedikit dimaafkan karena tidak menambah-nambah karbon dioksida yang udah kebanyakan. Tetap saja, saya tidak bisa lepas dari penggunaan Freon: lemari es, AC, parfum spray dan lain sebagainya. Saya dengan senang hati akan melepas freon ke udara dan membiarkannya merampas salah satu atom oksigen (O) dari ozon. Dan semua itulah yang memicu penipisan lapisan ozon.
Yang memicu terjadinya efek rumah kaca!
Penyebab utama global warming!
Pola pikir saya perlu memang diubah!
Jadi, kalau saya bisanya cuma ngomong doang, harusnya saya tidak perlu mengeluh atas keadaan bumi yang seperti sekarang. Saya juga kan yang membuat bumi jadi seperti sekarang!
Lalu, kenapa saya merasa tidak bahagia?***
Posted in 02 NovemberMenulis, E Inspirasi | 1 Comment »
Tags: Icha
Posted by: Cubiculum Notatum | on November 30, 2010
Ini Duniaku…
by Ivan Oktoviandi @sutanivan
Terlahir dari keluarga yang mampu, mempunyai jabatan dan aku adalah satu-satunya anak laki-laki. Bahagia yang kurasakan…..Semua itu kurasakan sebelum…..
————————-***—————————
Seakan ingin menghukum, langit menghitam tak memberikan kesempatan untuk mentari memberikan secercah cahaya untuk umat manusia. Dengan semena-mena awan hitam itu datang tanpa diundang, tiba belum pada saatnya. Puaskah dia?? Ternyata petir dan geledek menertawai diriku yang sendiri menatap nanarnya malam ini.
Hujan, kapankah kau akan turun. Kau adalah hiburan bagiku. Setiap tetesanmu yang menyentuh bumi seakan memberikan kenangan yang indah bagi diriku. Kau satu-satunya harapan bagi diriku, ditengah keputus asaan ini. Ditengah kesendirian, dihimpit oleh rasa penyesalan yang mendalam….Begitu bodohnya diriku….Bodoh….Bodoh……..
Aku adalah manusia dengan dua topeng, kemewahan dan kemiskinan, kebahagiaan dan kesedihan, cinta dan benci. Aku menjalani hidup ini penuh dengan ke munafikan, penuh dengan sandiwara. Penontonpun menikmati peranku. Teman-teman merasakan kebahagian mempunyai teman yang royal, memberikan kebahagiaan dengan materi. Sahabat-sahabat merasakan keindahan tiada dua, saat mereka sedih aku datang bagai pahlawan bertopeng. Pacarku merasa melayang begitu aku menyintainya sepenuh hati.
Itu kehidupanku dalam bersosialisasi……Adakah yang tahu, saat aku sendiri…Darimana uang untuk berfoya-foya bersama teman, darimana waktu yang kupunya untuk sahabatku, darimana semuanya untuk membahagiakanmu….Hutang, hutang, hutang….membolos kerja, resign, mabuk semua kulakukan demi kalian….demi diriku yang ingin menghilangkan penat akibat MU…Ya ini duniaku…Penuh sandiwara.
Tapi waktu terus berlalu, keuangan mulai menipis, hutang terus menumpuk, sakit mulai hinggap….ADAKAH KALIAN…..DIMANA KALIAN…..SIAPA KAMU…..
Sifat manusia yang lemah….Kembali ke sisi Nya. Yah, itu yang dapat kulakukan. Tanpa kalian yang lupa, tanpa kamu yang menyintaiku. Pasrah menghadapi hidup, sadar akan kemampuan yang ada. Ini hukuman bagiku, lupa akan diri-Nya…Ya Allah, walaupun beberapa orang masih mengganggapku seperti dulu…Biarlah….Aku tak bisa royal walaupun di bilang pelit, aku tidak bisa menemuimu walaupun di bilang sombong…Ini lah duniaku, yang penuh cobaan, siksaan, kejujuran, doa, tangis dan berbakti. Aku bahkan tak peduli terhadap dunia diluar sana.
Aku pun berterimakasih kepada dirimu….
Andai saat itu tak kau lakukan…Mungkin aku akan mati dalam dunia yang fana ini.
I
I
I
V
Dia…Dengan seenaknya menulis sms. Dia dengan tiba-tibanya menyatakan…Apakah dia tidak berpikir apa yang kita lakukan selama 6 tahun ini….”Aa, kita sudahan saja ya. Ci2 gak tahan dengan keadaan ini”.
Hey , apa salahku. Aku hanya meminta waktu, aku menyintaimu, semua hal telah kulakukan untukmu. Kehidupanku bahagia, sebelum dia……
Posted in 02 NovemberMenulis, E Inspirasi | 6 Comments »
Tags: Sutan Ivan
Posted by: Cubiculum Notatum | on November 30, 2010
Lilin Harapan
by Susy Haryani @susyillona
Titik keterpurukan akan kita dapati ketika kita jatuh pada saat di mana kita kehilangan CINTA dari hati. Segala perbuatan tak lagi berdasarkan cinta, tak memiliki kepedulian dan perhatian. Kata DAMAI pun menjadi asing untuk didengar, hanya ada hanya gelap, resah dan berbagai masalah yang membuat hati kita pun mati oleh cinta dan dan rasa damai. Kemudian titik terpahit adalah ketika kita mulai menyalahkan takdir Tuhan atas apa yang terjadi terhadap diri kita. Maka hilanglah IMAN yang kita miliki. Tak lagi pernah mengambil nilai positif dari setiap masalah.
CINTA, KEDAMAIAN dan IMAN adalah serupa lilin lilin dalam hidup kita, yang menerangi setiap langkah yang kita pijakkan. Dan ketika semua itu padam. Gelaplah kehidupan yang kita miliki. Namun akan ada satu lilin yang kembali menyalakann segalanya. Bahwa ketika kita percaya dan yakin bahwa kita bisa bangkit, maka lilin HARAPAN akan menyalakan segala yang telah mati.
Jangan pernah berhenti berharap, karna selama kita masih memilikai harapan maka, kita akan dapat meraih segala yang tak mungkin teraih.
Posted in 02 NovemberMenulis, E Inspirasi | 2 Comments »
Tags: Susy Haryani
Posted by: Cubiculum Notatum | on November 30, 2010
Pengantar #NovemberMenulis 30: Dunia yang Lebih Baik
by Daniel Prasatyo @daprast for Cubiculum Notatum @jejakubikel
CubiNoters,
Satu bulan sudah kita bertarung menghadapi tantangan yang kita buat untuk diri kita sendiri. Tiga puluh tema sudah yang kita lahap, di sela-sela kesibukan kita di kantor, di rumah, di dalam masyarakat. Satu hal yang telah kita buktikan bersama adalah bahwa kita telah menjadi penulis yang lebih baik dibandingkan sebelum kita menjalani tantangan ini.
Dan untuk menutup tantangan bulan ini, mari kita pikirkan bersama, apa yang bisa kita lakukan untuk orang lain. Untuk dunia ini. Dunia yang lebih baik.
Cubiculum Notatum berniat untuk menyebarkan karya CubiNoters sekalian ke khalayak yang lebih luas. Animo yang luar biasa ini memberi kami semangat dan kemantapan untuk merintis penerbitan sendiri, yang akan selalu menjadi wadah dan saluran kreativitas CubiNoters sekalian. Teknisnya masih dalam penggodokan, tapi niatnya pasti akan menjadi nyata.
Meskipun kita, CubiNoters adalah penjelajah dunia fiksi, kini saatnya kita berkiprah di dunia nyata. Cubiculum Notatum, dengan dukungan CubiNoters, akan berusaha mewujudkan hal ini. Bahwa karya – karya kita bisa secara nyata dinikmati oleh khalayak ramai.
Apa yang akan CubiNoters lakukan untuk mewujudkan dunia yang lebih baik? Atau, seperti apa dunia yang ada di dalam imajinasi CubiNoters?
Beberapa di antaranya, hadir dalam tulisan – tulisan berikut ini…
Posted in 02 NovemberMenulis, E Inspirasi | No Comments »
Tags: Daniel Prasatyo
Posted by: Cubiculum Notatum | on November 29, 2010
Surat Wasiat
by Rendy Doroii @doroii
Kemungkinan, saat kalian membaca tulisan ini, aku sudah tak ada lagi di dunia ini.
Singkat saja, aku dibunuh!
Ya, aku yakin itu. Aku dibunuh. Seperti nenekku, ayahku, ibuku, dan kakakku. Mereka dibunuh. Oleh iblis itu. Mereka menikmati keluargaku dalam mangkuk sup mereka. Seringkali dimakan hidup-hidup. Hanya kepalanya yang dibuang. Digigit hingga putus, lalu dimuntahkan. Aku awalnya tak kuat melihat adegan demi adegan itu. Tapi lalu kubiasakan untuk mendendam pada mereka.
Dan ya, jika kalian membaca surat ini, tolonglah, aku mau membersihkan nama baik seseorang. Ia pahlawan kami. Ia menyelamatkan beberapa di antara kami. Tapi iblis itu terus memburunya. Memasang perangkap baginya. Menjadikan kami umpan. Lalu menghasut kami bahwa temanku itu adalah penjahat. Awalnya aku dan keluargaku percaya. Kakekku bahkan meronta dan mencoba melawan ketika akan diculik olehnya. Tapi lalu melalui sebuah surat yang ditulis kakek, aku percaya kakek selamat dan penculik itu malah menyelamatkannya dari iblis-iblis ini.
Percayalah padaku! Mahluk-mahluk berwajah tanpa dosa itu iblis! Dan temanku itu pahlawan kami yang difitnah! Ayo, para kerabat Ketimun, bersatu melawan iblis bernama Pak Tani itu! Dan si Kancil bukanlah mahluk jahat yang kalian pikirkan.
Pikirkan ini baik-baik. Selamat tinggal temanku.
Posted in 02 NovemberMenulis, Cerita-cerita, E Inspirasi | 5 Comments »
Tags: Rendy Doroii
Posted by: Cubiculum Notatum | on November 29, 2010
Kenyataan di Balik Sebuah “Bahagia Selamanya”
by Ricky Rinaldo @IniRickRick
originally titled Happily Everafter?
“Bartender, minta Cosmopolitannya satu gelas lagi. Eh, tunggu dulu. Apa minuman yang lebih keras dari ini? Cosmopolitan ini Cuma cocok untuk wanita pesolek. Bukan untukku.” Teriak seorang wanita di sela-sela riuhnya musik di tempat dugem terkenal itu.
“Maaf tuan Putri, tapi sepertinya yang anda sudah sangat mabuk. Sebaiknya anda tidak menambah minuman lagi.” Jawab si bartender kepada wanita yang rupanya adalah seorang putri itu.
“Hey, sejak kapan kau punya hak untuk memerintahku?! Apa kau mau kupanggil prajurit istana untuk menggerebek dan menutup diskotik ini? Kau tidak usah banyak cingcong. Ambilkan saja aku sebotol Jack Daniels. SEKARANG!” raung wanita itu. Tak lama sebotol Jack Daniels pun sudah ditangannya.
Bosan hanya duduk di bar, wanita itu pun mulai turun ke lantai dansa dan mulai berdansa tak karuan diantara para pengunjung diskotik yang membludak. Para pengunjung tersebut meskipun sebagian juga mabuk berat, tapi tetap saja mereka tidak berani mencari gara-gara dengan wanita itu. Wanita yang merupakan istri dari putra mahkota di kerajaan ini. Berani mencoba macam-macam dengannya itu sama saja menginginkan kepala mereka tersaji di atas nampan keesokan harinya. Tapi si wanita itu selalu saja memaksa seluruh pengunjung di situ untuk ikut ber-ajojing bersamanya. Padahal jelas-jelas di antara para pengunjung itu telah menyusup beberapa agen rahasia dari istana yang bertugas untuk menjaga keselamatan sang putri. Tentu saja suasana menjadi semakin kurang bersahabat. Bahkan sang putri memerintahkan agar pintu keluar dari diskotik itu ditutup. Agar tidak ada pengunjung yang bisa pulang. Dia memaksa semua orang untuk terus menemaninya gila-gilaan melewati malam itu
DJ yang sedang bermain melihat gelagat yang kurang baik, lalu mencoba menurunkan tensi crowd-nya, terutama sang Putri dengan mulai memainkan lagu-lagu yang bertempo lebih lambat. Namun sepertinya itu membuat sang Putri tidak suka. Ia pun lalu naik ke DJ booth dan mengambil alih turntable. Ternyata sang putri sangat piawai dalam meracik lagu-lagu hingga tanpa terasa crowd yang ada pun semakin memanas. Satu persatu tampak pengunjung yang mulai masa bodoh dan tanpa pikir panjang ikut-ikutan menggila di lantai disko itu.
Setelah beberapa lama, tiba-tiba saja sang putri membantingkan botol Jack Daniel-nya ke atas turntable yang mengakibatkan alat itu rusak dan dalam sekejap diskotik itu menjadi sunyi. Tak ada lagi dentuman musik yang meruap dari loudspeaker, dan seluruh pengunjung hanya bisa terdiam tidak berani bersuara sedikitpun. Bahkan untuk sekedar kembali ke tempat duduk merekapun tidak berani. Semua hanya berdiri terpaku di tengah-tengah lantai diskotik itu.
Sang Putri lalu mengambil microphone dan mulai berbicara dengan suara serak.
“Apa kalian semua bersenang-senang malam ini?” tanyanya. “Tapi aku tahu dalam pikiran tiap kalian pasti bertanya-tanya apa yang kulakukan malam ini di sini. Asal kalian tahu, aku juga ke sini hanya ingin sekedar bersenang-senang melepas stress. Melupakan semua penderitaan yang kualami…ya kalian tidak salah dengar. Tuan putri kalian ini juga menderita dalam hidupnya. Tidak, aku tidak bicara tentang kehidupanku dulu sebelum menikah dengan pangeran kalian yang bodoh itu. Justru saat itu lebih menyenangkan bagiku daripada sekarang ini.” Sang Putri meraih sebuah gelas minuman yang ada di dekat booth DJ itu. Menghabiskannya dalam sekali teguk, lalu melanjutkan racauannya.
“Setiap hari di Facebook aku selalu membaca status teman-temanku yang sepertinya selalu berbahagia. Putri Salju yang bahagia dengan adanya tujuh kurcaci yang selalu membantunya kapan pun. Elle yang selalu mendapatkan perlakuan romantis dari suaminya yang dulu buruk rupa tapi sekarang menjadi sangat tampan itu. Bahkan Fiona pun,yang suaminya hanyalah seorang monster hijau jelek dan baupun selalu menjalani kehidupan yang menyenangkan. Apalagi dengan ketiga anak mereka yang lucu-lucu itu. Sedangkan aku? Apa kalian tahu kehidupan seperti apa yang sehari-hari kujalani di dalam istana? TETAP DI TEMPAT KALIAN PARA AGEN RAHASIA BODOH. Jangan coba-coba menghentikanku kalau kalian tidak mau kepala kalian dipenggal!” teriaknya tiba-tiba ke arah para agen rahasia yang mulai bergerak ke arahnya untuk mencoba menghentikannya. Mendengar kata-kata sang putri, para agen rahasia itupun menjadi ragu-ragu. Untuk sementara mereka saling berpandangan. Lalu akhirnya memilih diam saja di tempat mereka dan membiarkan sang Putri melanjutkan racauan mabuknya.
“Kalian tahu hidupku seperti apa? Seharusnya aku dan kalian semua sudah bisa menebak ini sejak dari awal. Di saat para pangeran lain mendapatkan istri mereka dengan melakukan perjuangan yang luar biasa. Melawan naga, berjalan ke negeri yang jauh dan sebagainya. Suamiku ini malah mendapatkan aku sebagai istrinya melalui pesta yang diselenggarakan oleh orang tuanya. Tanpa dia sedikitpun melakukan apa-apa. YA! Pangeran kalian itu memang tidak lebih dari seorang anak yang manja! Apa kalian tahu sampai saat ini aku masih perawan? Dia tidak pernah meniduriku. Bahkan kami tidak pernah tidur sekamar. Supaya kalian tahu, pangeran yang nanti akan menjadi raja kalian itu sampai sekarang tidak bisa tidur kalau tidak dikeloni oleh ibunya!” blak-blakan sang putri mulai membeberkan kenyataan yang dia alami.
“Dan apa kalian tahu bahwa krisis global yang melanda perekonomian dunia saat ini juga mulai menghantam kerajaan ini? Apa kalian tahu bahwa sudah banyak pelayan-pelayan di istana yang telah di PHK. Dan kalian tahu apa akibatnya untukku? Sekarang ini akulah yang mendapat tugas menyapu, mengepel, dan mencuci serta memasak untuk semua keperluan istana. SELURUH ISTANA! Bandingkan dengan dulu? Aku hanya harus menyapu sebuah rumah kecil. Lalu mencuci dan memasak untuk 3 orang. Ibu tiri dan dua saudara tiriku. Sekarang? Seluruh istana! Huh, lebih baik aku tetap tinggal dengan ibu tiriku saja. Oh ya, apa kalian tahu anggaran belanja istana yang paling besar yang menjadi sebab utama krisis ini? Uang pajak kalian paling banyak dihabiskan untuk membeli koleksi action figure milik pangeran! Kalian tahu action figure Gundam yang sangat langka yang harganya gila-gilaan itu? Dua hari lalu Raja baru saja mengizinkan pangeran membelinya, setelah ia mengancam tidak mau makan kalau tidak dibelikan action figure itutentu saja dengan uang pajak yang merupakan hasil keringat kalian.”
Para agen rahasia mulai resah mendengar semua ini. Hal ini bisa mengakibatkan kericuhan di masyarakat jika mendengar calon pemimpin mereka adalah anak manja. Bisa-bisa terjadi kudeta. Maka setelah menghubungi komandan mereka di markas dan mendapat persetujuan, maka mereka pun langsung merangsek maju dan menyergap Sang Putri. Menghentikannya dari racauan-racauan aneh yang bisa membongkar rahasia-rahasia istana lebih dalam lagi. Sang Putri mencoba berontak, tapi apalah arti tenaganya dibanding tenaga para agen rahasia itu? Sementara para pengunjung tidak ada yang berani ikut campur.
“Berita utama Siang ini. Tadi malam sebuah Diskotik yang sedang padat pengunjung terbakar. Yang mengakibatkan seluruh pengunjung meninggal. Menurut rumor yang beredar, kebakaran ini merupakan kebakaran yang disengaja. Namun rumor ini dibantah oleh kepala penyidik istana yang…….”
Televisi itu dimatikannya. Sang Putri hanya bisa menangis. Dia tidak mengira perbuatannya semalam akan mengakibatkan banyak nyawa yang melayang. Sekarang dia terkurung di menara tertinggi di istana. Mencegah ia kembali berbuat ulah di luar istana. Dia tidak diziinkan keluar dari kamarnya di menara itu. Semua keperluannya sekarang akan diantarkan oleh saudara tirinya yang sekarang diperkerjakan oleh istana dengan gaji yang sangat rendah. Setiap hari dilewati sang Putri dengan melamun di pinggir jendela, sambil mengkhayal bahwa akan datang ksatria berkuda putih untuk menyelamatkannya. Bertahun-tahun dilewatinya di menara itu, hingga tanpa sadar rambutnya pun menjadi sangat panjang…
Posted in 02 NovemberMenulis, Cerita-cerita, E Inspirasi | 10 Comments »
Tags: Ricky Rinaldo













D5 Creation