159 Tired Mother

now browsing by category

 

Damai Bersama Carissa

by Diana Siti Khadijah @andiana

“Bu, nanti siang ada meeting dengan pihak Telur Creative di Senayan City. Setelah itu lanjut meeting di Pacific Place dengan Mas Irawan,” Vanya mengingatkanku agenda hari ini. Aku mengangguk cepat.

Kupandangi wajah mungil yang terpajang di meja kerjaku. Bingkai biru awan itu seolah memeluk Carissa, bidadari mungilku yang terlelap.

**

“Bu, besok pagi meeting dengan Pak Sudarto di Mal Ciputra dan lanjut dengan Mbak Reisha di tempat yang sama,” Vanya mengingatkanku lagi. Aku mendesah berat dan mengangguk. Aku lelah.

**

Carissa menangis ketika aku baru saja sampai di teras. Neneknya menyerahkannya padaku. Kupeluk dia dan aku segera menuju kamarnya dan bersenandung di sofa. Tak lama, kami tertidur diiringi alunan musik Kitaro.