167 Kacamata Baca
now browsing by category
Mencintai Kenanganmu
By Tenni Purwanti @rosepr1ncess
Satu hal yang paling jelas kuingat darimu adalah kacamata baca yang selalu kaucari, padahal selalu terselip di saku bajumu. Mata yang tak normal membuatmu kesulitan melihat jarak jauh. Kau menolak mengenakan kacamata sehari-hari dengan alasan tak ingin punya ketergantungan. Tapi khusus untuk membaca, kau justru sangat tergantung pada kaca mata sebesar jengkol yang menutupi setengah wajahmu.
Orang yang aneh, tapi aku suka. Karena kau aneh maka aku suka. Pernah satu hari aku sengaja sembunyikan kacamata bacamu agar kau kewalahan dan memutuskan tidak membaca. Tapi kau malah memaksakan diri membaca dengan mendekatkan buku sampai ke hidungmu.
Kemarin kau tertabrak mobil dan benda ini adalah satu-satunya milikmu yang selamat. Kini mataku mencintai kenanganmu.
Untuk Ibu
by Diana Siti Khadijah @andiana
“Mir, sini! Lihat optik itu. Tuh, yang dipajang di etalase paling kanan. Bagus ya kacamatanya? Cocok gak buat ibu?” bisik Desi pada Amir, kakaknya.
“Iya, pasti Ibu makin kelihatan cantik. Kita cek harganya yuk?” Amir mengajak Desi mendekat. Mereka melihat harganya dan saling berpandangan. “Tujuhratus ribu, Mir,” dengus Desi kecewa.
“Kamu punya uang berapa?” tanya Amir.
“Di dompet cuma ada limapuluh ribu. Di tabungan tigaratus ribu. Tapi itu uang SPP, Mir,” jawab Desi mengingatkan.
“Aku ada empatratus ribu di tabungan. Aku pinjam uangmu, ya? Nanti kuganti. Kasian Ibu kalau membaca dan menjahit harus menyipitkan mata? Pegel tau!” pinta Amir.
“Mir, aku udah nunggak tiga bulan,” Desi menggeleng cepat.
Keduanya terdiam bimbang.












D5 Creation