198 Wallpaper
now browsing by category
Gara-gara Wallpaper
by Kellin Fermosa @phobiaamatikus
“Siapa wanita yang berpose anggun dalam wallpaper handphone-mu ini, Sayang?” Kecurigaan Lea, kekasih Reno ternyata berhasil membuatnya jengah.
“Bukan siapa-siapa. Kenapa? Apa kau cemburu? Cemburu buta!” Hahahaha… Seketika Reno menggelak tawa besar-besar, menciptakan kejengkelan Lea. Sekonyong-konyong ia beranjak dari bangku kafe berhambur keluar. Reno tergeragap, lantas mengejar Lea dan menahan langkah kencangnya.
“Kau ini kenapa? Kau tidak mendengari penjelasanku dulu! Benar itu bukan siapa-siapa. Wanita itu hanya sepupuku yang kini bermukim di Jakarta, Nona Cantik!” Nafas Reno tersengal-sengal. Wajahnya memelas. Ia berusaha meyakini kekasihnya.
“Lantas, mengapa kau pasang wanita itu sebagai wallpaper handphone-mu?
Reno bergeming. Bungkam. Diam seribu bahasa. Ia memutar balik otaknya mencari alasan paling rasional.
“Mengapa tidak aku saja?”
Jakarta, 06 Juni 2011. Pukul: 20:30
Spesial untuk: #Mr.Elwadi
Pilihan Terbaik
by Diana Siti Khadijah @andiana
“Kita bikin aja desain wallpaper sendiri, Bim!” usul Toni setengah berbisik setelah melihat contoh gambar yang disodorkan penjual kepadanya.
“Tapi aku suka gambar ini. Abstrak gitu lho!” bisik Bima sambil melotot.
“Iya, tapi aku gak suka!” Toni ngotot.
“Kita beli dua desain aja. Aku suka yang ini,” Bima berusaha mengalah.
“Yee, keenakan mereka dong!” protes Toni.
“Aku malas berdebat. Terserah kamu. Desain wallpaper ini keren kok,” ujar Bima yang diamini si penjual.
Setelah dua jam berdebat tanpa solusi, Toni dan Bima keluar dari toko dengan jengkel.
**
Ketika wallpaper mereka selesai dipasang sesuai pesanan, giliran Toni yang sirik melihat penampakan yang keren kamar Bima. “Dilarang nyesel!” sindir Bima sambil tersenyum puas.
Wallpaper Bintang
by Dewi Mutiara @DewiMutiaraa
Wallpaper bintang, aku memilihnya karena menyukai bintang, tetapi kenapa sekarang aku membencinya? Apa karena wallpaper itu ada di kamarmu?
Aku membenci semua hal tentang dirimu. Kau merebut semuanya dariku, orangtuaku, suamiku, saudara, bahkan sahabatku. Dan tetap saja kau menggangguku, mengharapkan perhatianku. Ya, tentu saja aku memperhatikanmu, Menunggu waktu yang tepat untuk menghancurkanmu, seperti yang kau lakukan padaku.
Siang itu, tidak ada yang memperhatikanmu kecuali aku. Kumasuki kamarmu untuk pertama kalinya, kupikir wallpaper bintang terlalu bagus untukmu, jadi kubakar saja. Kututup pintu, agar tidak ada yang mendengar jerit tangismu. Lalu aku berteriak “Selamat tinggal wallpaper bintang, bawalah anakku bersamamu selamanya.”
Kini aku dapat beristirahat dengan tenang, meski tangan dan kakiku terikat erat.












D5 Creation