239 Diary
now browsing by category
Ve
By Nurul Humaeroh @_nurulch
Diary, seminggu lalu ulang tahunku. Sedih, aku merayakannya sendirian. Tapi hari ini, sedihku terobati. Ibu memberi hadiah yang aku inginkan. Tadi aku menemukannya di atas meja. Hadiah itu kamu, diary hijau bergambar panda. Terima kasih ya, Bu, Ve sayang sama ibu.
***
“Ikhlaskan, Bu! Ve sudah tenang..” suaminya berusaha menguatkan.
Tadi siang, Ve, puteri tunggal mereka yang berusia 13 tahun tewas tertabrak mobil saat menyeberang menuju sebuah toko buku. Ve hendak membeli diary yang sangat ia inginkan, sebagai hadiah ulang tahunnya tepat hari itu.
***
“Ve, pagi, Sayang.. Maaf, diary-nya baru kemarin ibu belikan,” ucap ibunya sambil meraih diary yang tergeletak di atas meja, lalu membukanya, “Ve..” ibunya menangis, “Ibu juga sayang Ve..”
Selamat Tinggal Diary, Selamat Datang Memori
By Sary Ahd @saryahd
Dear, Diary…
Suatu masa, kamu pernah jadi teman terbaik.
Kepadamu, aku bisa bercerita tentang apa saja.
Saat jatuh cinta, sebab menangis, amarah terpendam.
Semua aku bagi hanya dengan kamu.
Kamu juga pernah jadi teman yang setia.
Tak masalah aku seorang diri berkubang sepi.
Karena aku hanya perlu membukamu.
Tenggelam dalam berlembar-lembar kata.
Sayangnya, kamu tidak mengenal kata rahasia.
Kamu tidak bisa memilih siapa pemilik sejatimu.
Kamu diam saja ketika mereka menelanjangimu.
Padahal seharusnya kamu berontak.
Kamu kunci rapat-rapat lembaranmu.
Menyimpan semua tentang aku dalam kebisuanmu.
Sudah masanya aku berpaling.
Maafkan aku, Diary..
Biarlah api membawamu pergi menuju kenangan.
Tak hilang tanpa bekas kau dalam hariku.
Angin akan menyimpan serbukmu dan ceritaku.
Ketika Cinta Menjadi Buta
By Petronella Putri @petronellalau
Dear Diary,
Ternyata dugaanku benar. Aku hamil. Bagaimana ini? Apa yang harus kukatakan pada Bambang? Apa ia akan menceraikan istrinya demi menikahiku? Aku tidak begitu yakin, tapi ia selalu berkata bahwa ia mencintaiku, melebihi istrinya sendiri. Setahuku Bambang dan Aini memang sering ribut, bahkan Bambang kadang tidak betah di rumah karena ulah istrinya itu. Tapi apa ia berani menceraikan istrinya dan kehilangan seluruh kemewahan yang diperolehnya dari Aini selama ini? Diary, aku.. takut..
“Bik Surtiii!..” Terdengar seruan seorang gadis belia dari ruang tamu.
Gawat, itu Non Aurel, udah ya Diary.. Aku harus buru-buru,
Surti..
“Bik, Mama sama Papa ke mana?” Gadis itu bertanya.
“Tuan Bambang sama Nyonya Aini ke kondangan, Non..”












D5 Creation