243 Baby Sitter

now browsing by category

 

Ocehan Baby Sitter

By Uniench @anggi_

Mengamatinya menyenangkan. Imut, menggemaskan, dan selalu ingin dipeluk.

Bicaranya tidak beraturan, sepatah-duapatah kata yang kumengerti. Yang lainnya, kita mencoba mengerti maksudnya. Mau tidur? Mau makan? Mau kenapa, Sayang..?

Dari gerak tubuhnya yang sedikit gusar, tidak beraturan. Rengekannya ingin digendong. Tubuh mungilnya baru bisa merambat. Setelah digendong, saya baru mengerti bahwa dia ingin menjalani sesuatu dalam dekapan hangat dan ingin dimengerti. Sesekali dia ucapkan bahagianya. Bukan lelah untuk bermain sendiri.

Ia ingin berinteraksi dengan sesuatu yang bisa melatihnya melakukan sesuatu. Ucapkan sesuatu.

“Tadi pagi ke Posyandu? Ditimbang berat badannya? Bidan meletakkan sebuah angka peningkatan, Sayang?”

Menggagu kosakata baru, si pemilik tubuh mungil, “Ooooo” sambil menunjuk ke atas dan sebentuk bulatan bibir sebentuk hurufnya.

Bilangnya, “Iya,” begitu saya meminta ditiru.

Saya mulai bercerita lagi, penggunaan kata-kata sederhana, dan tampaknya dia mengerti. Sambil memainkan liotin ikan yang menggantung di leherku, anak ini melatih jemari kecilnya. Gelak tawa bahagia karena diajak bicara, bayi ini menampakkan sederet gusinya.

Dekapan hangatku membuat matanya sayu, geliat tubuh mungilnya mengatur posisi nyamannya. Mata beratnya semakin sayu dan akhirnya tertidur. Menimangnya menyenangkan. Alunan dendang suara merdu tidak komersilku mengantarnya ke alam mimpi.