332 Ulangan
now browsing by category
Posted by: jejakubikel | on October 6, 2011
Ulangan Masa Lalu
By Ben Nazwar @benjalang
Kulihat lagi soal di kertas itu, masih sama. Seperti segerombolan angka yang sedang baris-berbaris. Membuat kepalaku pusing, sekaligus mengantuk.
Hari ini ulangan matematika, ya matematika. Pelajaran yang selalu jadi momok menakutkan bagi murid yang kapasitas otaknya pas-pasan sepertiku.
Seperti biasa, dalam situasi darurat seperti ini, aku harus memberdayakan kelihaianku dalam mencontek. “Semoga setan memberiku jalan,” gumamku dalam hati. Maka segera aku maksimalkan segala potensi yang kumiliki, demi kelancaran misi ini.
Targetku adalah Rina, sang juara kelas. Kebetulan dia duduk tepat di depanku. Setelah merasa situasi kondusif, dan guru pengawas sibuk membaca di depan, aku segera melancarkan aksiku.
***
Aku melihatnya sibuk bersama buku-buku pelajaran. Minat belajarnya memang sangat tinggi, beda jauh denganku yang pemalas.
“Udahan dulu belajarnya, lebih baik sekarang istirahat. Jangan sampai besok telat bangun, kan ada ulangan.”
“Iya, mamaku sayang.” Ia segera merapikan buku-buku dan perlengkapan ke sekolah. Ibunya membantu untuk mengecek kelengkapan.
“Semoga ulangannya sukses,” ujarku sembari tersenyum pada mereka.
***
“Saya yang salah, Bu. Saya yang mencontek.” Aku menjawab semua dakwaan dari guru pengawas.
“Nah, akhirnya kamu mengaku juga. Dan kamu, Rina. Kenapa kamu memberinya contekan?” Guru pengawas itu makin menyeramkan saja, sekarang giliran Rina yang diserang. Rina sangat ketakutan, aku bisa melihat matanya mulai merah dan berair. “Saya tidak tahu, Bu. Saya hanya mengerjakan soal, tidak memperhatikan ke belakang.” Rina menjawab pertanyaan guru seram itu dengan terbata-bata.
“Ibu, yang mencontek itu saya! Jadi kenapa Rina harus dikait-kaitkan? Sudah jelas dia itu korban. Ibu harus objektif dalam hal ini. Jangan ikut-ikutan gaya pemerintah di negeri ini lah, malah korban yang dihukum!”
Guru itu menatap tajam padaku. Aku sendiri tidak percaya dengan yang barusan aku katakan.
“Keluar!! Berdiri di depan tiang bendera sampai jam pelajaran habis.” Akhirnya ia mengusirku.
“Permisi, Bu.” Aku bergegas meninggalkan ruangan. “Maafkan aku, karena telah membuatmu terseret dalam hal ini.” Rina tak menanggapiku. Akupun segera berlalu.
***
“Wah, kayaknya lagi seru nih. Lagi ngobrolin apa?” Kuhampiri mereka yang sedang tertawa menyambut kedatanganku.
“Tadi temanku ada yang disuruh berdiri di lapangan, karena mencontek kertas ulanganku.”
“Persis seperti kejadian yang menimpa papanya dulu.” Istriku menimpali cerita anakku, seraya tertawa.
“Kamu serius, Nak?” tanyaku heran.
“Serius, papaku sayang.” Tasya anakku tertawa. “Mama bilang, dulu papa juga pernah mencontek dan dihukum di lapangan ya.” Sekarang ia meledekku.
“Kalau dulu papa tidak mencontek, mana mungkin mamamu bisa suka sama papa.” Kulirik ke arah istriku.
“Iya, karena sikapnya yang sok pahlawan waktu itu bikin mama jatuh cinta.” Istriku menggelayut manja di lenganku.
Posted in 03 Oc-To-School, 332 Ulangan, A High School Stories | No Comments »
Tags: Ben Nazwar
Posted by: jejakubikel | on October 5, 2011
Ujian Ekonomi
By Arif Wildan @miskinkata
Kelas 3 SMA-IPS
Sambil membereskan buku, kuambil kertas jawaban di dalam tas, lalu menunggu Pak Wilana membagikan soal ujian.
Jam menunjukkan pukul 7 pagi.
Kepalaku masih terasa pusing, mataku pedih, rasanya tak kuat lagi untuk membukanya. Gara-gara semalam main kartu hingga jam 2 pagi, tak terasa saking asyiknya bersama teman dan bapak kos.
1 jam telah berlalu, hening sekali di kelas seperti di kuburan. Tiba-tiba Pak Wilana keluar, entah kemana. Spontan teman-teman beroperasi mencari jawaban dengan bertanya ke teman sebangku. Gaduh!
“Sepertinya bukan aku saja yang tak belajar,” kataku.
“Buka buku enggak ya..?” Aku bingung.
Beliau kembali, terkejut, dan berkata “Lebih baik jujur daripada nyontek!!”
Malu, aku menutup buku.
Posted in 03 Oc-To-School, 332 Ulangan, A High School Stories | No Comments »
Tags: Arif Wildan












D5 Creation