06 Poligami
now browsing by category
Aku Lupa Ini Hari Apa?
by Vyna Arthalia @VyArthalia
Aku melihat angka-angka di sebelah lampu merah. Seratus enam. Masih 106 detik lagi, 3 menit lebih. Aku harus sampai tujuan tepat waktu. Jangan sampai terlambat.
Tepat waktu. Aku sampai jam 5 teng. Tak terlalu lama wanita muda cantik itu keluar dari kantornya. Aku menunggunya di tempat biasa, di simpang jalan tak terlalu jauh dari kantornya.
Shita sudah tersenyum dari jauh, aku memberikan kode kepadanya. Dia langsung mencium pipi kananku.
“Kangen banget, Mas,” ujarnya.
“Iya Sayang, Mas juga kangen. Tapi maaf Mas sibuk banget belakangan ini, nggak bisa jemput kamu,” ujarku sambil memeluknya.
“ Nggak papa Mas. Yang penting Mas udah jemput hari ini. Hari ini tidur di rumah kan?” tanyanya sambil menciumku bertubi-tubi.
“Lihat nanti ya Sayang, Mas usahain tidur di rumah malam ini,” ujarku lagi.
Tringggg… Suara dari smartphone-ku. Ku baca pesan darinya.
Dear, pokoknya malam ini kamu harus pulang. Aku tunggu.
Tenang aja Rin, aku pasti pulang malam ini. Lagian uangku juga sudah habis, butuh dana segar. Batinku.
“SMS dari siapa Mas?” Tanya Shita mencoba melihat handphone-ku.
“Dari Bosku, Sayang. Kayanya Mas nggak bisa pulang malam ini. Disuruh Bos lembur,” ujarku berbohong sambil menghapus barang buktinya dari ponselku.
“Kok gitu sih mas, udah berapa malam aku dianggurin, katanya sayang, katanya kangen,” ujarnya sambil memasang bibir mungilnya ditekuk ke bawah.
“Senyum dong cantik. Tenang aja, Mas nggak pulang tapi setoran buat kamu double besok yah,” ujarku menggodanya.
Dia langsung tersenyum, aku hapal benar otak wanita satu ini. Nggak jauh-jauh dari uang.
“Bawa duit yang banyak ya Sayang,” ujarnya sambil memelukku manja.
***
Aku pulang tepat waktu. Sebelum dia pulang, aku menyiapkan segalanya untuknya. Makan malam romantis dan kejutan lain yang membuatnya tergila-gila padaku.
“Aku pulang kan hari ini,” ujarku padanya.
“Iyah aku tahu kamu pasti pulang, karena kamu masih perlu ini kan?” Ujarnya melempar amplop tebal ke arahku.
“Ah itu bonusnya, terlebih karena aku tak bisa hidup tanpa kamu sayang,” ujarku sambil menyambutnya dengan pelukan.
“Kamu paling bisa yah membuat aku gila,” ujarnya sambil tertawa kerut halus di wajahnya terlihat di balik tawanya.
***
Tadi malam dia menghabisiku, sampai aku terkulai lemas di tempat tidur. Sampai petang membangunkanku. Sampai lupa aku harus menjemputnya di kantornya. Aku terburu-buru mengejar waktu menuju kantornya. Tapi sayangnya aku lupa ini hari apa, jadwalnya aku menjemput Shita atau Karin. Kali ini mereka berdua menunggu di tempat yang sama. Di waktu yang sama. Menunggu orang yang sama.
Kunjungi blog Vyna di link ini
KataKami
@PramoeAga ~ Masih minim penggunaan tanda baca nih. Terutama koma (,). Dan perlu diperhatikan penulisan kata ganti nama panggilan (mas, sayang) yang harusnya diawali dengan huruf kapital.
@daprast ~ Vyna, kamu selalu saja punya ide yang unik. Aku suka.
@therendra ~ Mengusung tema poligami dengan cukup baik, tulisan ini cukup layak dijadikan bacaan sore. Masih banyak kesalahan eja. Tapi, yang paling perlu perbaikan adalah sense of timing. Jangan buru-buru bercerita.












D5 Creation