Racun Manyun

oleh Ninda Syahfi | @nindasyahfi

Menjelang pagi, semakin ramai orang berlalu lalang. Dengan riang, mereka menyulap pekarangan istana. Calon pengantin tidak sanggup menahan debar di dada, begitu juga Piatu. Dari balik jendela dapur, tampak jelas ia gemetar menyambut datangnya hari ini.

“Stoples paling kiri. Sejumput saja, ya, Cu.”

“Aku sudah dengar. … Lanjutkan membaca…