Pulanglah…

oleh Carolina Ratri | @RedCarra

Nada suara lelaki tua itu melembut. Membujuk, namun aku bergeming.

“Pulanglah…” katanya.

Aku masih diam di sudut ruangan.

“Kau mau apa?” tanyanya lagi. Lelaki tua itu nampak berpikir sejenak, lantas lebih mendekat padaku. “Kau mau tambah lagi syaratnya?”

Aku menimbang, lalu mengangguk.

“Kamu mau kembang apa lagi? Sudah ada tujuh di sini.”

“Bunga bank-nya belum.”

Dahinya mengernyit tiba-tiba. “Kalau dipenuhi kamu mau pulang?”

Aku mengangguk. Lalu lelaki tua berikat kepala batik lusuh itu mengacungkan sebilah keris padaku. “Baik, kupenuhi nanti. Sekarang pulanglah dulu.”

Seberkas cahaya terpancar, mengiringi langkahku kembali masuk ke dalam keris. Masih kudengar suara si lelaki tua itu dalam apung udara. “Penunggu keris yang matre. Nggak kalah sama istriku.”

5 Comments:

  1. Bunga bank??
    Maksudnya apa ya??

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>