“Aku Bilang Abang Dulu, Ya?”

oleh Andiana Moedasir | @andiana

Setiap kali aku bertanya atau meminta pendapatnya, yang kuperoleh dari mulutnya adalah hal yang sama. Jelas aku bingung. Aku tahu dia anak tunggal. Papanya sedang kuliah S3 di Tokyo. Mamanya lebih sering bisnis ke Paris dan Bremen. Dia sendirian di rumah.

Tapi kakak? Sejak kapan dia punya kakak? Aku semakin heran pada Julia. Setiap aku minta dikenalkan pada “abang” yang entah siapa itu, dia selalu mengelak. “Ah, Abang lagi naik gunung.” “Abang baru pergi kerja.” “Abang…”

“Kamu gak lagi berhalusinasi kan, Jul?” tanyaku khawatir.

“Kelihatannya bagaimana?” Julia malah balik bertanya.

Belum sempat aku bertanya lagi, seseorang datang. “Halo, kalian!” sapanya ramah. Aku mengenalinya.

“Halo, Om Hendra.”

“Abang…”

Aku mendadak merasa pening.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>