Extraordinary

Oleh Andiana Moedasir | @andiana

Aku terkekeh melihat Robby mencoba maskara yang kubeli kemarin. “Eh, akika mawar jali-jali ah. Maharani maskara Fitri nih. Belalang di mandose?”

“Aku pesan ke Elda. Sekalian eyeliner dan foundation kok. Tuh masih di plastik. Mau diperawanin semua?” Aku memelas pura-pura cemas.

Robby tersenyum menyebalkan. “Hohohoho… Kanua begindang ih, Fit.” Kemudian dia mengacak tas berisi perlengkapan lenongku. Sudah kuduga, dia mencoba semuanya. “Aaaahh… Mukamadimah akika…” Dia mengerjap centil.

“Rob, eyeliner biru itu buatmu. Aku sengaja beli. Inget kamu,” sahutku menjawil dagunya. Wajah putih mulus pria tiga puluh tahun itu mengalahkanku yang enam tahun lebih muda.

“Ehhh….” Robby memandangku kaget dan menciumku bertubi. Sudah tak ada rasa, sejak dia memutuskanku dan berubah begini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>