Untuk Perempuanku

Oleh Andiana Moedasir | @andiana

Melani terusik dengan pesan singkat yang dia lihat di ponsel suaminya. “Jadi kapan mau pilih kalungnya?” Pengirimnya perempuan yang entah siapa. Karina.

Bayu terlihat aneh sebulan ini. Lebih wangi, rapi, dan manja. Usianya sudah mendekati angka empatpuluh lima. “Ma, nanti malam aku agak terlambat. Mau ke rumah sakit,” ujarnya sambil mencium Melani.

Melani melihat kalender. Harusnya dia sudah dapat haid dari minggu lalu. Apakah… Ah, cek saja besok pagi.

Mendapati kenyataan dirinya hamil dan suami diduga selingkuh terasa nyeri di hati. Bayu tetiba mengajaknya makan malam.

“Untuk ibu dari tiga jagoanku tersayang. Selamat menjadi ibu lagi,” ujar Bayu mengalungkan berlian dengan mesra. “Dan selamat merayakan hari pernikahan ke tujuhbelas.”

Melani tersipu.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>