Purnama ke- 1000

Oleh Aline @a_lign

 

Seorang Ibu tak boleh meninggalkan anaknya, kan Bu?

Bungsuku berbisik. Tetua tengah bertutur tentang kisah Bidadari yang kembali ke langit.

Aku menghela napas.

Nak, kalau kau tak segera kembali kemarau akan melanda seluruh desa.

Ibuku, Sang Dewi Bumi memanggil.

Mungkin salahku mencintai pemuda desa yang berumur pendek. Salahku juga melupakan janjiku pada Ibu untuk kembali pada purnama ke 1000.

Semua jelas salahku.

Aku berlari melewati setapak. Anak-anakku menjerit-jerit mengejar. Tangis mereka menyayat-nyayat. Memohon ampun atas kepala ikan yang mereka habiskan. Kejadian yang kurancang, alasan kemarahan yang kukarang.  Air mataku mengucur deras

Pulanglah, Nak! Jangan kejar Ibu!

Batu belah mulai menggeram terbuka.

Siap menelan, membawaku pulang.

Malam ini, tepat purnama ke- 1000.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>