Ingatan (bagian 2)

oleh Rendra Jakadilaga @therendra

Bagian Pertama bisa dibaca di sini

Perempuan mungil itu menunggu di sisiku dengan sabar. Ia tak berkata apa-apa. Foto yang disodorkannya tidak mengingatkan aku pada apa-apa: sosok seorang perempuan menggendong anak laki-laki di depan sebuah rumah bergaya klasik. Foto itu tidak hitam putih, tapi warnanya sudah sangat pudar sehingga aku bisa menyimpulkan bahwa foto itu sudah berusia cukup tua. Sama denganku. Di belakang foto itu ada sebaris alamat yang ditulis tangan.

Aku menggeleng. Tidak ingat apa-apa. Dia tersenyum kembali. Matanya seolah mengisyaratkan agar aku tak berusaha terlalu keras, demi kesehatanku. Tapi, itu hanya pendapatku saja.

“Bagaimana aku bisa ada di sini?”

“Bapak dibawa kemari oleh seorang pemuda. Saya tidak tahu cerita detilnya, yang jelas keadaan Bapak waktu itu cukup parah. Bibir Bapak hampir berwarna ungu karena menggigil, baju Bapak basah dengan beberapa kancing copot, saya masih menyimpannya, sudah dicuci. Bapak memeluk sebuah tas. Kalau saja pemuda itu terlambat membawa Bapak kemari, setengah jam saja, kemungkinan Bapak sudah mati karena hypothermia.”

Perempuan itu menjelaskan semuanya sambil membereskan peralatan makan di meja. Aku memandang sekeliling. Ini tidak tampak seperti rumah sakit. Dia tidak terlihat seperti perawat. Tapi, ada aroma kental dari atmosfer steril di sini yang memberitahuku tempat ini adalah fasilitas kesehatan.

“Ini… rumah sakit? Puskesmas?”

Perempuan itu menggeleng.

“Ini rumah saya. Sekaligus tempat kerja saya. Oh ya, saya Dr. Rahmawati….” Belum selesai dia berbicara, bel berbunyi. Dia meninggalkanku untuk menjawab pintu.

Dua menit kemudian, dia kembali dengan seorang pria, kurang lebih berusia 20-an. Pria itu tersenyum senang melihatku, lalu menyongsong memelukku.

“Bapak sudah tidak apa-apa?”

Aku tertegun tak tahu harus menjawab apa. Aku tak mengenal pemuda ini. Seperti paham dengan kecanggunganku, sang dokter langsung memberi keterangan.

“Ini Galang, pemuda yang membawa Bapak kemari.”

(bersambung ke bagian 3)

 

2 Comments:

  1. Gak sabar menunggu lanjutannya :)

  2. bikin penasaran

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>