Istri yang Baik

Oleh Carolina Ratri @RedCarra

“Sayang, ambilkan aku koran!”

Lima detik berikutnya, koran sudah kubaca untuk membuka hari.

“Sayang, kopiku mana?”

Enam detik berikutnya, secangkir kopi hitam panas ikut menemaniku di teras belakang.

“Sayang, kebun belakang kotor sekali! Hari ini kamu bersihkan ya.”

Istriku mengangguk.

“Sayang, hari ini aku pengin makan crispy chicken steak. Sausnya jangan terlalu pedas yah. Jangan lupa irisan kentangnya digoreng. Irisan wortel dan brokolinya yang empuk ya. Terus bikinkan juga jus jeruk. Esnya dipisah, jangan ikut diblender.”

Istriku lagi-lagi mengangguk.

Ahhh, begitulah seharusnya seorang istri. Tanpa banyak kata, tanpa banyak protes, menurut apa titah suami. Beruntungnya aku mempunyai istri idaman begini.

Aku tersenyum.

Mengingat mulut istriku yang terkunci aman dalam lemari besi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>