Tema Maret: Seberapa Lelaki Kau Harus Menjadi?

oleh Cubiculum Notatum @jejakubikel

B97104660Z.120121109172415000GK31NBKO.11Laki-laki adalah makhluk sederhana. Begitu sederhananya sampai redaksi bingung menurunkan topik-topik untuk dijadikan tulisan. Tak butuh energi banyak untuk bisa memahami laki-laki. Apa yang mereka katakan biasanya apa yang mereka maksud. Syaratnya hanya satu: jangan terlalu menganalisa.

Laki-laki adalah seorang putra dari seseorang. Mungkin suatu hari ia akan menjadi kekasih, suami, dan ayah dari seseorang. Mungkin juga tidak.

Persaudaraan atau persahabatan bagi lelaki adalah ikatan yang sakral. Mereka bisa saling mengejek dengan sahabatnya, tapi jauh di lubuk hati mereka begitu lekat.

Bagi lelaki, peran kadang menjelma tuntutan. Ia harus jadi pemimpin. Ia harus menjadi pahlawan. Ia harus menjadi tumpuan. Pernahkah kita bertanya, apakah mereka boleh memilih untuk tidak menjadi itu semua? Bolehkah mereka menjadi pengecut saja? Bolehkah mereka menjelajahi sisi feminin dari diri mereka? Apakah mereka menjadi kurang laki-laki bila berperan sebagai banci?

Pada akhirnya, menjadi laki-laki adalah takdir. Takdir yang sederhana. Banyak yang perlu kita pelajari untuk menjadi seorang laki-laki. Tapi, tak butuh menjadi ilmuwan jenius untuk menjadi seorang laki-laki. Tapi, seberapa laki-laki kita harus menjadi untuk bisa disebut laki-laki?

One Comment:

  1. kalau sekarang susah nemu yang laki bgt ya kak

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>