Batal Makan Siang Gara-Gara Hak Paten

Illustration by Laura Gisela @gaulagis

oleh Adib La Tahzan

T: @TdmAdib; IG: @Adiblatahzan

Sesampainya di rumah, Angga dan Anton disambut sang Ibu.

“Wah, anak ibu sudah pulang,” sambut sang Ibu sambil membukakan pintu halaman depan.

Sang Guru pun ikut turun, disertai dengan seragam seorang guru, yang membuat ibunya Angga kaget, karena mengira itu taksi daring seperti biasa.

Assalamualaikum, Bu. Saya Adam, gurunya Anton,” sapa Pak Adam kepada ibunya Angga dan Anton.

Waalaikumussalam, Pak. Terima kasih sudah mengantar anak-anak saya pulang dengan selamat. Ohya, nama saya ibu Aminah.” Ibu Aminah menjawab sapaan Pak Adam.

“Ya sudah kalau begitu, Bu. Saya permisi pulang dulu.”

“Lo, Pak Adam nggak ngopi dulu?”

“Enggak usah, Bu. Terima kasih.”

Obrolan itu pun berakhir, Angga dan Anton sedari tadi sudah di kamar mandi masing-masing. Selesai mandi biasanya Angga mengajak bermain Anton. Namun, hari ini tidak. Angga ada janji dengan Anita, yang merupakan teman sekampus Angga.

Angga minta izin ke ibunya.

“Bu, Angga minta izin mau ke luar sama Anita.”

“Ya sudah, hati-hati di jalan.”

“Ohya,  Bu. Angga titip Anton,” pungkas Angga.

Ibu Aminah yang mengerti maksud anaknya hanya mengangguk.

Dasar anak remaja zaman sekarang,” gumam Ibu Aminah dalam hati.

Kemudian Angga ke bagasi untuk mengambil motornya. Beberapa menit kemudian Angga sudah sampai di rumah Anita yang tidak sebegitu jauh dari rumah Angga. Mereka pun pergi ke indekos terlebih dahulu, Angga memperlihatkan startup buatannya. Anita yang melihat itu langsung membatalkan rencana makan siangnya, dia lebih memilih ke Dirjen. HKI. Angga pun menuruti saran dari Anita untuk mendaftarkan hak paten aplikasi ke Dirjen. HKI. Mereka pun menuju Dirjen. HKI, setelah sampai di Dirjen. HKI, mereka berdua belum memenuhi persyaratan. Akhirnya mereka berdua balik ke indekos, kemudian mereka menelepon Anam dan Ahmad. Mereka pun datang, dan kini mereka berempat berusaha untuk memenuhi persyaratan yang diberikan oleh Dirjen. HKI,  Anita juga anak TIK. Dia merasa butuh seorang yang menguasai ekonomi. Diajaklah Amanda yang merupakan anak jurusan ekonomi. Sekarang dalam tim startup aplikasi close ciptaannya Angga ada 5 orang, mereka berusaha keras untuk memenuhi persyaratan yang diberikan oleh Dirjen. HKI. Mereka sampai lembur, dan tidak pulang. Paginya mereka daftarkan lagi aplikasi close ke Dirjen. HKI,  dan akhirnya mereka mendapatkan hak paten atas aplikasi close . Yang rencananya Angga dan Anita makan siang, kini terganti dengan sarapan pagi bersama ketiga temannya.

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *