Kejutan Dalam Buku

oleh Sari Margaretta
T: @margaretta_99 | IG: @margaretta_99

Tak pernah ku menyangka bahwa ini menjadi awal penyesalan terbesarku dalam hidup. Kukira menikah hanyalah soal melayani suami semata. Ternyata tidak. Butuh cinta di sana. Butuh perasaan.

Aku menikah dengan pria mapan. Kami kenal karena temanku memberi kontaknya padaku. Tak lama setelah itu, ada chat masuk. Ryan. Dia mengenalkan namanya padaku. Semua berjalan mulus.

Hubungan pertemanan hingga pacaran berjalan begitu saja. Namun, aku menjalaninya karena ada desakan dari orang tuaku. Sebab, aku anak tunggal. Sebagai seorang anak yang ingin patuh, aku menuruti saja. Hingga pernikahan kami menginjak 5 tahun, aku merasa hampa.

Aku bingung pada diriku sendiri. Kehampaan apa yang sedang kurasakan ini? Anak? Aku sudah punya anak laki-laki. Rumah? Ada walau masih kecil dan tak mewah. Materi? Aku kira cukup. Sebab, Ryan selalu berusaha memenuhi kebutuhanku walau aku tak pernah bilang mau ini mau itu.

Menjalin hubungan dengan Ryan sama saja dengan sebuah pelampiasan, menurutku. Jauh sebelumnya aku mengenal Sandy, teman lamaku. Dia jelas terlihat ingin mendekatiku. Namun, aku hiraukan. . Sandy selalu bisa menempatkan dirinya dengan baik dalam hidupku. Aku menyia-nyiakan Sandy yang sejak dulu memberikan perhatian. Aku terlalu mencari. Padahal, orang di depanku selalu memberikan sayangnya tanpa lelah. Ah, ada di mana dia?

——

Kucari barang di gudang yang perlu kubawa. Sesekali kubereskan yang berdebu. Aku akan pindah rumah baru di kawasan puncak. Ryan dan anakku sudah menungguku di mobil. Aku terpaku pada sebuah kotak merah di sana. Oh ini sebuah kotak milikku sejak masa kuliah.

Ini kan beberapa kado dari sahabatku dulu. Aku lupa membukanya karena saat itu sakit dan mama menyimpannya.

Dua kado terbungkus rapi dari Sandy dan Merry. Kubuka kado Merry, gelang persahabatan. Anak itu memang pintar membuat gelang unik. Akan kupakai.

Kubuka kado dari Sandy. Sebuah novel. Dia tahu sekali aku hobi membaca. Aku membuka-buka lembarnya dan kutemukan memo mengejutkan. “Selamat Ulang Tahun, Rissa. I Love You” . Aku terkesiap dan spontan masukkan buku itu dalan tasku. Khawatir Ryan tahu semua ini. Aku tak tega.

“Mama lama sekali, ayo,”

“Indra, mama kira siapa. Ayo, Nak,”

Segera aku menuju mobil. Tulisan itu selalu terngiang. Perasaan itu pun terus memuncah dan bergelayut dalam pikiranku hingga kini. Sandy di mana kau?

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *