Permainan di Atas Dipan

oleh Lailiadevi

IG: @devitalailia

“Mari kita bermain-main sayang!” Seringaian itu tak dapat memungkiri kegembiraan nafsunya. Bahwa ia sebentar lagi terpenuhi.
Lia berjalan mendekati seseorang di dalam kamarnya. Dengan pencahayaan remang-remang ini tetapi masih terlihat wajah kesenangan itu, walaupun samar. Semakin dekat jarak di antara mereka. Lia perlahan mulai membuka kacing bajunya, satu persatu. Lalu dia menanggalkan semua kain bagian atas tubuhnya.

Nafsu semakin berada di puncak ubun-ubun. Seseorang itu tak bisa menahannya dan langsung menyergap Lia tanpa ampun. Namun yang dilakukan Lia hanya tersenyum jijik sambil memegang pundak seseorang itu. Mendudukkannya di kasur, membelai wajah hingga turun sampai ke dadanya. Lia berkata dengan lembut seakan berbisik.
“Aku akan menurutimu tetapi kamu harus menurutiku juga.”
“Iya baiklah.” Lia tersenyum, kemudian memberikan seseorang itu segelas air putih. Seseorang itu menghabiskannya tanpa sisa. Lia menuntunnya hingga berbaring. Lima menit kemudian, Lia membawa sebuah cutter di tangan kirinya dan tali di tangan kanannya.

Seseorang itu terkesiap melihat apa yang dibawa Lia. Dia tak sempat lari, karena kaki beserta tangannya sudah terikat begitu saja. Lia bertindak cepat kali ini.

Lia mengelus wajah seseorang itu menggunakan cutter. Pelan sekali sampai darah keluar dari pipi mulus itu. Seseorang itu tidak akan merasakan sakit. Sebab dalam minumannya tadi sudah Lia campur dengan obat bius yang digunakan para medis ketika operasi kecil. Lia tersenyum. Sangat lebar. Puas. Kini seseorang yang sudah dipaksa menjadi suaminya oleh ibunya sendiri, berada dalam genggamannya.

Jika sakit hati tidak bisa dia tuangkan kepada ibu dan ayahnya. Maka tak ada pilihan lain selain bermain di kamar bersama suaminya.
“Bagaimana sayang, kamu menikmatinya atau kamu mau aku menanggalkan semua pakaianku?”
Lelaki itu berdesis menahan kesal. Namun tidak dengan Lia, dia tertawa. Persetan dengan pertanyaan orang-orang esok hari. Lia tak acuh. Menurut Lia, pernikahan bukanlah cara yang tepat untuk melarikan diri dari realita yang ada. Pernikahan hanya akan membuatmu gila, sampai tak dapat membedakan sakit karena luka atau luka tersebab gembira.

Hatinya dipenuhi kebencian akan yang namanya suami. Sudah cukup dia melihat ibunya hilang arah karena ditinggal tanpa uang sepeser pun. Bahkan yang ada semua harta telah dibawa lari. Ayahnya selingkuh dengan sundal yang gila harta. Lia tak habis pikir, masih banyak wanita yang lebih baik daripada ibunya.

“Kamu tahu, kamu itu seperti ayahku yang bodoh!”

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *