Pernikahan Ana dan Alan

oleh Adib La Tahzan
T: @TdmAdib | IG: @Adiblatahzan

Pagi harinya Ana bangun tidur dan langsung ke kamar mandi untuk suci muka, betapa terkejutnya Ana saat melihat kedua orang tuanya sudah ada di rumah. Seakan tidak percaya, Ana memukul pipinya sendiri. “Kamu nggak mimpi, Nak,” kata Ibu Ana di depan kamar mandi. “Ibu, Ana kangen.”Mereka pun berpelukan.


Bagaimana tidak kangen, Ana di Australia, orang tuanya di Belanda. Setelah berpelukan Ibunya Ana langsung mengajak Ana ke ruang keluarga, di sana Ibunya Ana langsung menanyakan perihal Alan yang akan melamar Ana. Ana kemudian menceritakan semuanya tentang Alan, dari mereka berkenalan sampai akhirnya Alan mampu meyakinkan hati Ana. Sementara itu Ayahnya Ana masih sibuk mengurus dokumen bawaannya dari Belanda, karena mereka akan di Indonesia cukup lama. Anita yang baru bangun pun terkejut melihat kedua orang tuanya yang sudah ada di rumah. Pelukan ala Ana tadi juga dilakukan oleh Anita dengan ibunya.Ayahnya pun selesai beres-beres, dan langsung kumpul di ruang keluarga untuk membahas acara lamaran dan pernikahan Ana dan Alan.Mereka melakukan video call dengan keluarga Alan. Setelah beberapa lama, mereka sepakat untuk meniadakan lamaran, dikarenakan kesibukan mereka semua. Keluarga Alan pun setuju dengan keputusan yang diambil oleh keluarga Ana.Tepatnya 2 Minggu setelah pembicaraan itu Ana dan Alan menikah dengan adat Jawa di Surabaya. Dan hanya dihadiri oleh keluarga dekat dari kedua keluarga, bahkan Angga pun tidak diundang yang notabene orang terdekat Anita, yang selama ini menjaga Anita saat semua keluarganya berada di luar negeri.

Tentu saja Angga sakit hati karena merasa tidak dihargai oleh keluarga Anita.Anita pun langsung menjelaskan ke Angga kalau acara pernikahan itu sangat mendadak dan sangat singkat. Karena yang penting mereka sudah sah menjadi suami istri.Dua hari setelah Ana dan Alan menikah, orang tua Ana langsung kembali ke Belanda. Sebegitunya juga dengan Ana dan Alan yang langsung kembali ke Australia tanpa memikirkan bulan madu.Kini Anita pun di rumah sendiri seperti dulu lagi. Namun, Angga masih mengambek. Sehingga Anita tidak berani main ke indekos Angga tempat di mana aplikasi close dikembangkan.Beruntung Anita punya teman Amanda, Amandalah yang membujuk Angga untuk memaafkan Anita. Akhirnya Angga mau mengerti dan memaafkan keluarga Anita yang telah membuat dia kecewa karena tidak diundang di pernikahan Ana dan Alan.Mereka kembali mengembangkan aplikasi close.

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *