Amanda dan Annisa

oleh Adib La Tahzan T: @TdmAdib | IG: @adiblatahzan Satu minggu setelah kematian nenek Azizah orang tua Amanda pulang dari Belanda. Mereka ingin mengajak Amanda untuk tinggal di Belanda. Namun Amanda menolak dengan tegas. Amanda lebih memilih tinggal sendiri di Indonesia, karena nenek Azizah selalu mengajarkan tentang Indonesia. Orang tuanya mengalah, dan menuruti kemauan Amanda. Orang tuanya juga menawarkan untuk menambah asisten rumah tangga dan sopir. Namun, Amanda menolak. Amanda merasa sudah cukup ada bik Atun yang sudah seperti saudaranya.Amanda juga ingat kalau di kampusnya ada mahasiswi yang kurang beruntung.Amanda pun minta izin ke orang tuanya untuk mengajak Annisa tinggal di rumahnya. Namun ada perbedaan pendapat antara ayah dan ibunya, ibunya langsung mengizinkan, sementara itu ayahnya agak keberatan.Amanda menceritakan semua tentang Annisa ke orang tuanya. Akhirnya kedua orang tuanya memberi izin Amanda mengajak Annisa tinggal di rumahnya. Keesokannya Amanda ke kampus seperti biasa, dia langsung mencari Annisa. “Hai, ada yang tahu Annisa?” tanya Amanda kepada teman-temannya yang dilewati.“Belum kelihatan,” jawab salah seorang temannya. Amanda putuskan untuk menunggu Annisa di depan kampus, Annisa pun datang dengan membawa sepeda bututnya.“Nis, gue mau ngomong,” kata Amanda sambil menghentikan Annisa. “Nanti ya, gue parkir dulu,” jawab Annisa.Mereka berdua belum berbicara. Namun, mata kuliah sudah dimulai. Selama ini Annisa memang selalu ke kampus saat jam kuliah dimulai, karena bagi Annisa –tidak ada waktu untuk main-main.Setelah mata kuliah selesai, Amanda kembali menemui Annisa untuk membicarakan niatnya. Namun Annisa langsung pulang, Amanda putuskan untuk mengikuti Annisa dengan mobilnya.Sesampainya rumah Annisa, Amanda melihat rumah yang sangat tidak layak huni. Ternyata adiknya Annisa juga banyak. Amanda memang tidak berani menghampiri Annisa, karena Amanda tidak mau Annisa tahu kalau dia ikuti Amanda akhirnya bertanya kepada orang warung tentang keluarga Annisa. Orang warung pun menceritakan tentang keluarga Annisa, Amanda langsung menangis, karena apa yang Annisa alami sangat berlawanan dengan apa yang dia alami, –bak surga dan neraka.Amanda memberanikan diri untuk ke rumah Annisa. Awalnya Annisa sangat terkejut melihat Amanda datang ke rumahnya. Namun, Amanda langsung menceritakan tentang hidupnya. Annisa pun mengerti. Karena orang tua Annisa melihat ketulusan dari Amanda. Maka mereka memberi izin Amanda membawa Annisa untuk tinggal di rumahnya. Namun berpesan kalau setiap hari harus pulang ke rumah Annisa, dan Amanda menyanggupi itu. Adib La Tahzan

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *