Pesan Surga

oleh Merlinda Yuanika

T: @d3k_linda | IG: @d3k_nda

“Kamu? Kenapa wajahmu sama? Aku?” Rasa bingung menyergapku, dingin.
“Ini aku, kamu, kita satu, sama,” Seraut wajah tanpa beda denganku lembut bertutur.
“Tapi bagaimana bisa?”
“Tidak ingatkah apa yang telah kamu lakukan?”
Aku mengingat-ingat apa yang telah menimpa dan aku perbuat.
“Aku ingat sekarang, lalu dimana ini?”
“Rumah sakit,”
“Lalu kamu?”
“Aku bagian dari dirimu yang tersesat,”

Aku duduk meratapi diri di kursi panjang ruang tunggu.

“Aku sudah tiada?”
“Ada, kamu masih disini. Jangan pikirkan aku, aku adalah kamu, itu saja yang perlu kamu tahu, aku dari surga, datang memberi pesan,”
“Pesan? Surga?”
“Tidak percaya?”
“Seperti apa surga?”
“Indah, hanya kamu tidak bisa pesta pora sambil minum wine, tequila, whiskey, vodka, semacam itu,”
“Bagus, karena disana semua orang sudah bahagia, buat apa itu semua.”
“Benar, lalu buat apa kamu melakukan semua itu?”
“Melakukan apa?”
Aku tidak terima dianggap salah semua orang, semua yang beranggapan mereka baik sedangkan aku busuk.
“Tidak kasihan dengan mereka?” Melihat ke arah mama dan papa.
“Mereka yang menciptakan neraka bagiku, kakakku yang pergi dari rumah 7 bulan lalu, tapi mereka tidak pernah mencari, peduli pun tidak.”
“Mereka mencari, kamu tidak tahu, mereka peduli, kamu tidak acuh. Neraka kamu ciptakan sendiri, mereka hanya sebagai alasan,”
“Mereka hanya peduli dengan karir, mereka tidak tahu, kakakku memakai obat terlarang bahkan dia menjadi simpanan wanita tua kaya, mereka tidak tahu itu, mereka hanya meminta kita sempurna sebagai anak pengusaha sukses, selalu bertengkar urusan pekerjaan, sekretaris dan lelaki simpanan. Dunia ini neraka bagiku dan kakakku, kami tidak suka dilahirkan di keluarga ini.”
“Kenapa tidak kamu katakan?”
“Bisakah mereka mengerti? Memberi surga bukan sekadar kebebasan namun surga keluarga yang penuh cinta, mereka terlanjur memberi neraka di rumah, lebih buruk dari itu,”
“Aku memberimu pesan cinta, jika merasa sakit, ingatlah, surga dan neraka sekatnya tipis, mudah saja jatuh ke neraka tapi masih banyak pilihan pintu menuju surga, itu pilihanmu, jika kamu memutuskan menyayat nadi kehidupanmu untuk melihat surga mungkin yang akan kamu temukan adalah neraka yang lebih kejam dari duniamu sekarang,”
Aku terdiam, melihat lelaki muda berlari di depan pintu ruang operasi. Dia kakakku yang diam-diam aku rindukan.

“Kelak, tetaplah bawa aku menuju surga, temui aku disana,”

Aku menangis mengusap punggung kakakku.

“Pergilah, kamu bisa peluk kakakmu nanti,”

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *