Yang Disemogakan

oleh Merlinda Yuanika

T: @d3k_linda | IG: @d3k_nda

Mati lalu dilupakan, jika kamu tanpa cinta dan tanpa karya. Malaikat memang tidak melihat karyamu, namun setiap kebaikan yang kamu bagi di dunia telah tercatat rapi. Jika ada karya itu nilai tambah, bonus karena karyamu bisa bermanfaat dan itu akan menjadi kebaikan dunia.

Ada seorang bahkan banyak orang yang merasakan mati sesaat, mati suri istilahnya. Mereka diberikan kesempatan merasakan perjalanan spiritual. Ketika kembali menginjak bumi, mereka merasa mendapat kesempatan kedua. Lalu mereka akan berbuat baik sebagai bentuk terima kasih atas kesempatan kedua itu.

“Berbuat baiklah dan ibadah yang benar, aku sudah pernah mati suri, kesempatan kedua kali ini aku gunakan dengan baik, aku takut pergi tanpa membawa bekal apapun,”
“Kenapa menunggu kesempatan kedua, bukankah sejak lahir tugas kita hanya berbuat baik dan menyembah Tuhan?”
“Benar, berbuat baik tanpa mengharap surga, karena surga itu urusan Tuhan,”

Percakapan yang kudengar di sebuah rumah sakit. Seorang perawat sepertiku mendengar cerita-cerita misteri bahkan keajaiban sudah hal biasa. Melihat kematian di depan mata, melihat keajaiban tak terpikirkan akal. Banyak cara menuju langit, ada yang pergi dengan cara baik, ada yang pergi dengan cara yang tak terlalu membuat nyaman mata untuk dilihat. Semua punya caranya. Mungkin ada ribuan malaikat, yang entah akan menolong atau akan membawa pergi, tergantung doa tulus siapa yang menyentuh.

Sebuah kematian tidak bisa diminta, tidak bisa ditahan. Melihat sebuah alat berbunyi nyaring dengan grafik lurus, lalu ada tangis pilu menyayat tiap dinding kamar. Urusan dunia sudah berhenti saat itu. Lalu kami bergerak, ada pilu juga di relung hati, ingin menepuk pundak mereka yang ditinggal atau mengusap rambut memberikan kalimat penuh ketenangan. Namun itu tak pernah ada, kami bergerak, mengucap maaf lalu membawa pergi mereka, mencatat setiap detail tentang seseorang yang kami nyatakan mati.

Ada banyak ribuan kisah mengalir, tentang rindu yang tak berujung temu, tentang pelukkan yang ternyata cara untuk melepaskan. Semua kesedihan terikat pada kata kematian. Namun semua takdir, tak ada yang bisa melawan, doa mungkin jawaban atas semua itu.

Sebelum tangis pilu itu datang, genggamlah mereka yang ada di dekatmu, dengan cinta, dengan doa yang kamu mohonkan. Semoga tidak ada yang menyakitkan hati dan membuat luka yang dalam. Semoga setiap hari tak ada kata maaf dari kami para perawat, semoga hanya doa “semoga lekas sembuh”.

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *