The Babies

oleh Merlinda Yuanika

T: @d3k_linda | IG: @d3k_nda

“Semoga ini anak lelaki,”

“Kenapa?”

“Supaya kelak dia menjaga adik-adiknya,”

“Anak perempuan saja, kelak dia akan merawat, mengasihi dan menyayangi adik-adiknya,”

“Begitukah?”

“Iya, surga bagi orang tua jika memiliki anak perempuan, anak perempuan soleh, yang berbakti bukan hanya kepada orang tua, tapi pada agama utamanya,”

“Baiklah, jika lelaki kita berterima kasih jika perempuan kita bersyukur,”

Kami berdua tersenyum, baru melihat 2 garis di sebuah alat uji kehamilan. Keinginan kami sudah membuncah, penuh harap,penuh doa. Merapal lantunan lagu indah berupa ayat nan suci ke langit. Bermohon setiap jengkal kehidupan calon anak kami penuh keberkatan.

..

“Kalau keluarnya perempuan?”

“Allah yang berkehendak, berdoa saja diberikan keturunan soleh, solehah, sehat, tidak kurang satu apapun,”

“Aamiin,”

“Nanti kalau pas disiram berdoa baca Surat Al Fatihah,”

Aku mengangguk menandakan prosesi mitoni telah dimulai. Si jabang bayi akan didoakan mulai dari buyut, nenek,kakek, saudara-saudara tertua, saudara-saudara muda, semua doa tentang kebaikan.

“Ini perempuan, ibunya mukanya bercahaya, auranya cantik,”

“Lelaki, lihat saja perutnya bulat begitu,”Semua bertahan pada apa yang dipercaya. Laki-laki atau perempuan, berbeda, cara mendidiknya, cara mendandani, cara mendekati si anak. Mereka berbeda secara individu.

“Kalau hasil USG apa? Laki-laki atau perempuan?” Tanya si calon buyutnya.

“Belum kelihatan, ditutup kakinya terus, jadi masih ragu,”

“Yang penting itu sehat, lengkap, nggak kurang satu apapun,” Doa si buyut menyempurnakan.

Aku tersenyum mengangguk, semua dagangan dawet dan rujak habis. Pujian mengalir karena makanan enak, rujak pas pedasnya, dawetnya manis, segar.

..

Kami mendengar tangis pertama di sebuah ruangan putih nan dingin. Tubuhku mati rasa, dadaku mengembang penuh keriaan. Kami mendapat laki-laki dan perempuan, sepasang. Yang kami nanti penuh harap, yang kami mohonkan dengan rayuan cinta. Mereka kini hadir, menjawab rasa penasaran hasil katanya-katanya, mereka hadir mengabulkan harapan setiap orang yang mendoakan kala itu. Mereka benar semua, ada laki-laki dan ada perempuan. Mereka hadir membawa fitrahnya masing-masing. Mereka saling melengkapi dan menyempurnakan kita berdua.

Tidak perlu penjelasan ilmiah, laki-laki atau perempuan mereka sama, yang berbeda keunikannya kelak. Sifat, karakteristik, perasaan, logika, hati mereka akan berbeda rasa. Kami akan menjaganya, membuat mereka tumbuh dengan keunikannya masing-masing. Membuat mereka menjadi kesatria-kesatria di bidangnya. Maka karena mereka kami berterima kasih dan bersyukur, karena laki-laki kuat melindungi dan perempuan lembut mengasihi. Laki-laki dan perempuan cahaya rumah kami kelak.

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *