Kecewa

oleh Taufan Sulaeman

T: @KataTaufan | IG: @KataTaufan

“Hampa kesal dan amarah. Seluruhnya ada dibenakku. Tandai seketika, hati yang tak terbalas oleh cintamu..,”

Sudah kuputar berulang lagu BCL itu, sampai bosan kunyanyikan potongannya, beberapa kali juga. Aku ingin marah rasanya, melampiaskan segenap kekesalanku kepadamu. Tapi semua itu tidak mungkin aku lakukan, aku masih di sini, sendirian.

Beberapa hari selama di Surabaya, aku bermalam di rumahmu; Atap, pintu, bahkan jendela, yang kau tinggali bersama suamimu juga. Kita begitu dekat, layaknya dua bersaudara kalau kata orang, baik yang hanya lewat, maupun yang kenal cukup dekat dengan kita. Suamimu cukup sibuk dengan pekerjaannya sebagai seorang pembicara terkemuka sekaligus ahli di bidangnya; MICE, singkatan dari Meetings, Incentives, Conferencing, Exhibitions. Sebuah dunia yang begitu dekat dengan industri EO. Dia jarang berada di rumah saat aku bertamu selama beberapa hari di Kota Pahlawan ini.

Aku beranjangsana ke kotamu lewati jalur air juga darat dari Pulau Dewata. Aku lanjutkan menyeberangi selat di Pelabuhan Gilimanuk dari Denpasar. Sesampainya di Pelabuhan Ketapang, Jawa Timur, aku berlanjut ke Stasiun Banyuwangi Baru, menyambung perjalanan dengan kereta api termurah jurusan Banyuwangi – Surabaya; KA Probowangi. Perjalanan kereta berakhir di Stasiun Gubeng, tempat dimana kamu biasa menjemputku.

Selama di ibukota Jawa Timur ini, kamu selalu menemaniku kemanapun aku pinta. Mulai dari Tugu Pahlawan, sampai Jembatan Suramadu. Atraksi wisata paling banyak memang yang berada di sekitaran Tugu Pahlawan; Pasar Atum, Masjid Cheng Hoo, Hotel Majapahit, Museum Rokok Sampoerna, Kapal Selam Pasopati, hingga kembali ke daerah terdekat dari rumahmu, di kawasan Taman Bungkul, Surabaya.

Suamimu mengabari, bahwa dia akan pulang ke Surabaya akhir November ini, beberapa hari sebelum rencanaku kembali ke Bali di awal Desember. Sebenarnya, aku lebih memilih untuk tidak bertemu suamimu, mantan kekasihku waktu kuliah di Universitas Udayana dulu. Kami sempat sekelompok tugas bersama saat masih berkuliah di kelas MICE, Fakultas Pariwisata kala itu. Sebagai lulusan diploma, aku maupun suamimu lumayan tergolong sukses. Dia dan padatnya schedule kuliah terbangnya; Aku dengan panjangnya itinerary agen wisataku.

Koper dan ransel sudah kusiapkan di ruang tamu, sesaat sebelum kuberpamitan, menunggumu pulang dari rapat acara gereja. Aku hendak menghabiskan sisa liburanku di Pulau Merah, Banyuwangi, menenangkan diri beberapa hari di Pura Tawang Alun. Kekecewaanku memuncak, saat kubuka pintu yang terketuk. Kudapati suamimu berdiri terpaku, canggung di hadapanku, menyapaku manja:

“Halo, Ganteng.”

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *