Dapat Investor?

oleh Adib La Tahzan

T: @TdmAdib | IG: @Adiblatahzan

Setelah Anam menceritakan semua kejadian malam tadi, Amanda meminta maaf kepada Anam. Sementara itu Annisa langsung menangis, Amanda dan Anita berusaha menenangkan Annisa.

“Sudah dong, Nis. Jangan menangis,” kata Amanda.Anam yang melihat Annisa menangis pun tidak tega, dia langsung mengelus rambut Annisa sambil meminta maaf. Annisa akhirnya berhenti menangis. Mereka kembali ceria lagi.

“Lega rasanya kalau seperti ini,” kata Angga.

“Berasa punya lima saudara,” sambung Ahmad

Selesai kuliah, mereka berenam langsung meluncur ke indekosnya Angga untuk mengontrol aplikasi close.

“Nit, bagaimana kak Ana? Dia bersedia jadi investor aplikasi close apa nggak?” tanya Angga.

“Ohya, gue belum tanya. Lupa gue,” jawab Anita.

“Ya Allah, capek deh,” sela Ahmad sambil menepuk jidat.

“Iya deh, ini gue chat.”

Anita langsung chat Ana untuk menanyakan hal itu. Namun Ana hanya membalas, “Gue sibuk, nanti malam saja.”

“Nih, balasan dari kakak gue.” Anita memperlihatkan chat-nya dengan Ana kepada Angga.

Angga mengangguk sambil mengotak-atik komputer untuk mengontrol aplikasi close.

Sementara itu Amanda memeriksa keuangan mereka bersama Annisa, Ahmad dan Anam menanggapi keluhan dan masukan dari pengguna.Jam pun sudah menunjukkan pukul 8 malam, mereka semua pulang seperti biasa. Sesampainya di rumah, Anita kembali chat Ana. Akhirnya Ana video call Anita.

“Ada apa Adik? Kangen, ya?” kata Ana di dalam video call.

“Kangen banget, Kak. Hehehe,”

“Kakak belum bisa pulang ke Indonesia, Dik.”

“Tahu, Kak. Nita sebenarnya mau tanya sesuatu.”

“Apakah itu Adik kakak yang cantik?” tanya Ana.

“Anu, Kak. Kakak mau jadi investor di startup-nya Angga nggak?”

“Dia harus presentasi dulu dong ke kakak, biar kakak tahu bagaimana startup-nya Angga itu.

“Perasaan Nita dulu sudah pernah deh, Kak.”

“Iya, sudah. Namun di dalam bisnis harus mengikuti prosedur.”

“Oke deh, Kak. Terus kapan Kakak ada waktu?”

“Begini deh, Angga suruh membuat video presentasi startup-nya dia, nanti kirim ke kakak.”

“Siap, Kak.”

Obrolan kakak dan adik itu pun berakhir, walau belum ada kepastian. Anita sudah merasa lega. Anita langsung chat Angga untuk memberi tahu kabar itu.

Angga yang menerima chat dari Anita sangat gembira, dan bersemangat untuk membuat presentasi semenarik mungkin.

“Terima kasih, Sayang,” balasan chat Angga.

“Sejak kapan lu manggil gue sayang?” balas Anita. “Sejak hari ini, hehehe.”

“Sudah ah, gue mau tidur. Sampai jumpa besok,” pungkas Anita di dalam chat.

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *