Gara-gara Tisu

oleh Adib La Tahzan

T: @TdmAdib | IG: @Adiblatahzan

Jam sudah menunjukkan pukul 20..00, orang tua Ahmad sempat kaget karena melihat rumah yang masih terkunci.

“Ini Ahmad ke mana, Bu?” tanya ayah Ahmad.

“Enggak ta—“ ucapan ibu Ahmad terpotong oleh kedatangan Ahmad.

“As-salamualaikum, Bu, Yah. Ahmad dari masjid.”

“Tumben,” kata ayah Ahmad.

“Ahmad tidak tahu kuncinya di mana, Yah. Ponsel Ahmad sejak tadi siang kehabisan baterai, Ahmad baru tahu letak kunci setelah Ahmad membaca SMS dari Ayah, setelah ponsel Ahmad charger di masjid,” terang Ahmad panjang lebar.

“Ini, cuma ayah tutup pakai tisu,” kata ayah Ahmad sambil mengambil kunci.

“Ahmad tahu setelah membaca SMS, Yah. Ahmad sempat kaget, tapi karena Ahmad sudah asyik mengobrol dengan ustaz Anwar, jadi Ahmad nunggu Ayah dan Ibu pulang saja. Hehehe,” kata Ahmad.

Ayah Ahmad membuka pintu rumah, di dalam rumah ibunya bertanya, “Ahmad sudah berbuka puasa?”

“Sudah, Bu. Di rumah ustaz Anwar,” jawab Ahmad.

Ayahnya berdehem, “Eh hem, ketemu Azzahra ya?”

“Ya, Yah. Ayah tahu Azzahra?” tanya Ahmad.

“Tahu, dia putri satu-satunya ustaz Anwar yang sudah lama di pesantren,” jawab ayah Ahmad.Ibu Ahmad yang sibuk dengan oleh-oleh dari hajatan.

“Sudah, sudah, kalian ngobrol apa. Sini bantu ibu,” pinta ibu Ahmad.

“Ahmad bisa bantu apa, Bu?” tanya Ahmad.

“Itu ambil tisu di dapur.”

Ahmad pun pergi ke dapur untuk mengambil tisu. Ternyata tisunya sudah habis.

“Bu, tisunya habis,” kata Ahmad.

“Ya sudah, beli sana!” perintah sang ibu.

Ahmad pun langsung ke warung. Tidak disangka, di warung Ahmad bertemu dengan Azzahra.

“As-salamu’akum,” sapa kepada Azzahra dan pemilik warung.

“Wa’alaikumus-salam, mau beli apa,, Dik?” tanya ibu yang punya warung.

“Wa’alaikumus-salam, Mas,” jawab Azzahra.

“Beli tisu, Bu,” kata Ahmad.

Azzahra yang mendengar kata Ahmad tersenyum dengan manis. Hal itu membuat Ahmad salah tingkah, sampai-sampai Ahmad salah memberi uang ke pemilik warung.

“Dik, ini cuma 2rb, tisu itu harganya 5rb.”

Betapa malunya Ahmad di depan Azzahra yang terus memamerkan senyum manis karena tingkah konyol Ahmad

Ahmad pun mengambil uang 5.000, dan pulang dengan rasa malu. Sesampainya di rumah, Ahmad menceritakan kejadian di warung sama ibunya, ibunya hanya terpingkal mendengar cerita Ahmad.

“Tisu ini untuk apa, Bu?” tanya Ahmad.

“Iya untuk mengelap tangan ibu yang kotor, habis beres-beres makanan,” jawab ibu Ahmad.

“Kan ada saputangan, Bu,” gerutu Ahmad.

“Ibu maunya tisu, hehehe.”

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *