Keys

oleh Taufan Sulaeman

T: @KataTaufan | IG: @KataTaufan

Namanya Nathalia Maharani Langley Keys, blasteran beribu Jawa berayah Kanada, dan tak berhubungan darah setetes pun dengan penyanyi dari tanah Amerika; Alicia Keys.

Dia adalah kuncen keluarganya. Tanpanya, sang Ayah akan kesulitan mendapatkan kewarganegaraan di Suriname, tempat penelitiannya selama berdinas. Ayahnya bekerja di suatu lembaga penelitian GeoAntropologi dari Belanda, setelah sebelumnya menyelesaikan studi PhD, dengan topik penelitian yang bertemakan tentang masyarakat kolonial.

Rain, bukan Rani. Begitu panggilannya di rumah, dari nama tengahnya yang pertama, Maharani. Ibunya, yang amat gandrung dengan drama Korea, baik yang berjenis serial di televisi, maupun film di bioskop, sangat mengidamkan sosok Rain, sang aktor ganteng dari negeri Ginseng tersebut. Drama Korea sekarang, hampir semua judulnya, tak perlu repot berlangganan saluran siaran via kabel atau satelit. Seluruh judul itu sudah tersedia di hampir segenap layanan online streaming, tak terkecuali Netflix yang memang sudah mendunia, dengan sulih suara multilingual, di samping subtitle tentunya.

Tapi Rain memang berbeda, dia tidak seperti remaja pada umumnya.

Dia berkumis tipis, tapi berbuah dada. Bibirnya merah merona, merekah bak keranuman mawar di musim semi. Satu hal yang sampai saat ini tak semua orang tau, hanya keluarganya saja yang memahami, bahwa dia terlahir dengan memiliki dua kelamin; Penis & Vagina. Sampai usianya yang sudah mulai beranjak dewasa, dia masih belum mengambil keputusan, kelamin mana yang akan dia pilih, dan mana yang akan dia tanggalkan. Rumit memang jika masih hidup di tengah masyarakat heteronormatif. Setiap manusia harus memilih satu identitas gender, tidak bisa lebih dari itu.

Meskipun jauh pada tanah kelahirannya sebagai seorang Jawa, yang dahulu ditransmigrasikan oleh Belanda ke Suriname, Amerika Selatan, tersebutlah suku Bugis, yang sejak bermulanya budaya terlahir ke tanah air Nusantara, meninggikan mereka yang beridentitas gender lebih dari satu. Bahkan, hampir selalu menjadi pemuka adat, yang menjembatani dunia dengan alam lainnya, menjaga budaya bahkan hingga Belanda juga mengkolonisasi tanah kelahiran mereka.

Sebulan lagi ulang tahun kelahiran Rain yang ke-22, dan dia harus segera memutuskan pilihannya sebelum menjalani operasi afirmasi gender di tangan dokter bedah. Banyak sesi yang dilaluinya sebelum terbaring di ruang teater para dokter. Tapi bagi dia, di luar apa pun itu, entah sesi konsultasi psikis maupun klinis, termasuk beberapa sesi terapi hormonal, yang terpenting baginya adalah nama baru.

“Andi?” ragunya, mematut diri pada sehadapan cermin.

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *