Selalu Ada Hikmah

oleh Adib La Tahzan

T: @TdmAdib | IG: @Adiblatahzan

Mata kuliah sudah selesai, karena ini hari Kamis, maka nanti jelas malam Jumat. Seperti biasa, malam Jumat ada acara tahlilan yang rutin dilakukan di tengah masyarakat.

Selesai kuliah, keenam sahabat ini angsung meluncur ke indekosnya Angga untuk mengontrol aplikasi close. Namun untuk hari Kamis, mereka tidak sampai malam, karena mereka ingin fokus beribadah di malam Jumat.

Mereka berenam pulang seperti biasa, Angga mengantar Anita, Amanda dan Annisa diantar pulang Anam. Sementara itu Ahmad always pulang sendiri.

Sesampainya rumah Amanda, Anam tetap tidak diperbolehkan mampir. Amanda bilang, “Ini sudah jam 5, lu pulang. Kami mau mandi, terus salat dan mengaji.”

“Ya sudah deh, gue juga mau tahlilan di tempat tetangga,” jawab Anam. Anam pun langsung pulang Angga yang juga sampai rumah Anita, langsung pamit, karena sudah jam 5. Sesampainya rumah, Angga langsung diajak main Anton.

“Kak, ayo main,” ajak Anton.

“Main apa?” tanya Angga.

“Main bola, Kak,” jawab Anton.

“Hari Sabtu pagi, Dik sekarang malam Jumat, kakak mau tahlilan di tempat om Anang bersama ayah,” terang Angga.

“Ya, Dik, Lagian ini sudah sore, Anton nonton televisi saja,” timpal sang ibu.

Di tempat lain, Ahmad tidak bisa masuk rumah. Ahmad lupa bawa kunci, sementara keluarganya ke rumah saudara yang lagi hajatan. Ahmad sempat bingung tidak tahu mau ke mana, ponsel pun mati karena kehabisan baterai. Namun Ahmad akhirnya ke masjid, di masjid Ahmad bertanya kepada ustaz, “Boleh saya mandi, Pak?”

“Boleh, mandi saja,” kata ustaz.

“Terima kasih.” Ahmad langsung ke kamar mandi masjid.

Selesai mandi, Ahmad menceritakan kalau dia tidak bisa masuk rumah karena tidak tahu keberadaan kuncinya. Sang ustaz pun berkata, “Ya sudah, mari makan di rumah bapak.”

Ahmad pun mengangguk seraya mengikuti langkah sang ustaz untuk makan di rumah ustaz. Karena Ahmad memang berpuasa hari Senin dan Kamis. Betapa terkejutnya Ahmad melihat wanita yang sangat cantik menghidangkan makanan di rumah ustaz. Itulah Azzahra putri tunggal Ustaz Anwar imam masjid tadi.

Ahmad sedikit bengong, “Inikah hikmah tak bawa kunci?” kata Ahmad dalam hati. Karena akhirnya dia tahu bahwa ada wanita yang sangat cantik di sekitarnya.

Selesai berbuka puasa, ustaz Anwar memperkenalkan Azzahra kepada Ahmad. “Ini anak bapak, namanya Azzahra. Nak Ahmad pasti tidak tahu anak bapak satu-satunya ini.”

“Ya, Pak. Saya belum pernah melihat Azzahra sebelumnya.”

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *